Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Halaman 138 Kelas 9 Kegiatan 1: Melengkapi Struktur Teks

Pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia halaman 138 kelas 9 dimulai dengan meminta pendapat siswa tentang gagasan teks antitawuran.

Tayang:
Editor: Rizka Desri Yusfita
Buku Bahasa Indonesia kelas 9 Kurikulum 2013
Pembahasan kunci jawaban Bahasa Indonesia halaman 138 kelas 9 dimulai dengan meminta pendapat siswa tentang gagasan teks antitawuran. 

• Buat tulisanmu menarik untuk dibaca.

• Tulis kalimat dan tetap pada topik.

• Periksa ejaan dan pungtuasi yang kamu buat.

• Gunakan kata-kata yang akan meyakinkan pembaca.

• Mulai paragraf baru setiap memulai gagasan baru.

• Periksa dan sunting tulisanmu sendiri setelah selesai.

Lengkapi kotak dengan uraian yang tepat sesuai struktur retorika teks diskusi!

Kunci Jawaban:

Pendahuluan

Dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat menengah terlibat dalam permasalahan yang tidak sederhana, kekerasan di kalangan pelajar. Tawuran antar pelajar menjadi hantu menakutkan yang harus segera diatasi oleh semua pihak yang terlibat. Kelompok yang menamakan diri antitawuran ini jumlahnya bahkan tidak sedikit. Kegiatan tawuran yang dianggap tidak bermanfaat pun dicoba untuk dilihat dari berbagai perspektif.

Gagasan Utama

Memang tidak mudah menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung sejak lama. Akan tetapi, kita tetap harus berkomitmen kuat menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang antitawuran. Tawuran merupakan penyakit masyarakat yang harus diberantas secepatnya karena menyebabkan banyak kerugian baik kerugian materi bahkan ancaman hilangnya nyawa.

Memilih untuk bersikap antitawuran jauh lebih bermanfaat dibandingkan melakukan yang sebaliknya. Dengan menentang tawuran, mereka mendedikasikan diri untuk melakukan tindakan yang lebih bermanfaat, seperti belajar dan bekerja keras untuk mencapai prestasi dan mengukir masa depan yang lebih baik.

Gagasan Utama Sudut Pandang Lain

Tawuran yang sejak lama menjadi keprihatinan seluruh masyarakat, terutama para guru, telah mendorong para guru untuk melakukan segala daya upaya untuk mendorong terciptanya pola pikir antitawuran di kalangan para pelajar. Setidaknya, menurut para guru, para siswa dan siswi mereka tidak akan berisiko mengalami kecelakaan atau gangguan keselamatan dengan mengikuti tawuran. Pendapat mereka tentunya bukan tanpa sebab. Sudah tidak sedikit kejadian tawuran yang berujung petaka bagi para pelajar yang terlibat di dalamnya. Hal ini tentunya membawa duka bagi dunia pendidikan, terutama para guru.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved