Jalan Kaki Keliling Indonesia

Fahrizal Lubis Jalan Kaki Keliling Indonesia, Penuhi Nazar Kala Rehat Usai Kecelakaan

Pada 10 April 2021 perjalanan Fahrizal Lubis (62) untuk mengelilingi Indonesia dimulai. Targetnya, 2027 nanti seluruh wilayah Indonesia telah ...

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Fahrizal Lubis (62) seorang warga berdarah Minang - Batak punya nazar berjalan kaki keliling Indonesia. Ia ditemui TribunPadang.com di Markas Damkar Kota Padang, Minggu (22/1/2023) malam. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pada 10 April 2021 perjalanan Fahrizal Lubis (62) untuk mengelilingi Indonesia dimulai. Targetnya, 2027 nanti seluruh wilayah Indonesia telah dijajaki oleh kedua kakinya.

Fahrizal yang berdarah Minang - Batak ini punya misi mengelilingi Indonesia dengan berjalan kaki, sebagai nazar baginya kala mengalami fase terendah dalam hidup.

Pada 2018 lalu, ia terlibat kecelakaan lalu lintas bersama sang istri. Sang istri meninggal dunia, sedangkan Fahrizal mendapat perawatan intensif di rumah sakit hingga terbaring belasan bulan di tempat tidur rumahnya.

Ia sempat divonis dokter akan menderita lumpuh seumur hidup, namun selang dua tahun lebih ia nyatanya bisa bangkit kembali dan mulai memapah kakinya untuk berjalan kembali.

Hal tersebut dianggap Fahrizal sebagai mukjizat, dan atas rasa syukurnya ia akan merealisasikan nazarnya untuk berkeliling Indonesia hingga menemui enam anak orangnya di rantau sana.

Baca juga: Kisah Pengrajin Aksara Timbul Jati Belanda di Kawasan GOR H Agus Salim, Sudah Keliling Indonesia

Akhir tahun 2020, momen bagi Fahrizal untuk menyiapkan diri dan meminta izin kepada anak dan keluarganya. Meski awalnya ada penolakan dari keenam anaknya, ia tetap teguh dan memastikan bahwa ia akan baik-baik saja selama di perjalanan.

Menumpang lah ia dengan pesawat domestik pada April 2021 dari Bandara Fatmawati Bengkulu ke Provinsi Aceh.

Perjalanan Fahrizal dimulai dari titik nol Sabang NAD. Sekira dua bulan lamanya ia mengitari semua kabupaten/ kota di Serambi Mekkah.

Ia lalu beranjak ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut), daerah yang tidak asing baginya, karena ia lahir dan menjalani masa kecilnya di Medan. Kata dia, ayahnya asli Sumatera Utara (Sumut), sehingga disematkan lah marga Lubis di belakang namanya.

Tiga bulan lebih ia menyandang carrier di 34 kabupaten/kota di 'Tanah Batak', berjalan dari satu daerah ke daerah lainnya, termasuk ke Nias, hingga kemudian ia melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Riau (Kepri).

Baca juga: Kisah Fatmiyeti Kahar, Menyingkap Tabir Gelap Kasus Kekerasan Perempuan

Tak lama di Batam Kepri, ia kemudian bertolak ke Batam, Tanjung Pinang dan lima kabupaten di Kepulauan Riau. Fahrizal hanya satu bulan di Kepri untuk kemudian melanjutkannya ke Provinsi Riau.

Dari Riau, Fahrizal lanjut menyeberang lagi ke Bangka Belitung dan Tanjung Pandan, lalu melanjutkannya ke Provinsi Lampung. 15 kabupaten/kota di Lampung dijajaki olehnya sekira satu bulan lebih.

Ia lalu menyusuri 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), hingga lanjut ke daerah domisilinya, yakni Bengkulu.

Dari Bengkulu ia ke Jambi dan menyinggahi daerah terakhirnya yaitu Ranah Minang Sumatera Barat (Sumbar).

Di Sumbar, kata Fahrizal, hanya tiga daerah yang belum ia sambangi, yakni Pesisir Selatan, Dharmasraya dan Kepulauan Mentawai. Sementara 16 kabupaten/kota sudah dijajaki.

Baca juga: Cerita Dento, Penjual Dadiah Yoghurt Tradisional Minangkabau di Padang, Sering Dibeli Pejabat

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved