Wisata Sumatera Barat

Disangga 105 Tiang Rumah Gadang 20 Ruang di Solok Dibangun Tahun 1820, Sempat Terbakar 1900-an

Rumah Gadang 20 ruang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat sudah berumur sangat tua. Rumah Gadang yang lokasinya berjarak sekitar 43 kilometer

Penulis: Nandito Putra | Editor: afrizal
TribunPadang.com/NanditoPutra
Bagian dalam rumah gadang 20 ruang di Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok. Rumah gadang ini dibangun pada 1820 dan pernah terbakar, kemudian dibangun kembali pada 1906. 

TRIBUNPADANG.COM- Rumah Gadang 20 ruang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat sudah berumur sangat tua.

Rumah Gadang yang lokasinya berjarak sekitar 43 kilometer dari Kota Solok ini dibangun tahun 1820 silam.

Rumah Gadang 20 ruang ini pun sempat terbakar tahun terbakar dan dibangun ulang.

Rumah Gadang 20 ruang yang panjangnya mencapai 61,88 meter dan lebar 8,23 m.

Berada di Jorong Silungkang, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, rumah gadang 20 ruang terletak di 43 km  sebelah utara Kota Solok.

Rumah gadang ini disanggah oleh 105 tiang dan memiliki kamar sebanyak 20 dengan posisi berjejer lurus di salah satu sisinya.

Kamar-kamar tersebut berukuran 2,5 x 2 meter. Kemudian, satu ruang utama di rumah gadang tersebut dibiarkan lepas tanpa sekat, membentuk lorong yang panjang dari ujung ke ujung.

Baca juga: Melihat Keindahan Rumah Gadang Hajjah Siti Rasyidah yang Berada di Tengah Kota Solok

Ada empat buah pintu utama rumah gadang, yang masing-masing berjarak 15 meter. Di bagian kolong rumah gadang dibiarkan kosong dan difungsikan sebagai tempat penyimpanan alat-alat perkakas pertanian.

Sementara pada bagian atapnya terdapat empat buah gonjong yang menandakan empat suku besar yang ada di Nagari Sulit Air, yaitu Limo Panjang, Limo Singkek, Simabur dan Piliang

Rumah gadang 20 ruang dibangun pada 1820 oleh kaum Dt. Ampang Limo dari suku Limo Panjang. Rumah gadang ini pernah terbakar pada tahun 1900-an, dan kembali dibangun pada 1906.

Bagian luar rumah gadang 20 ruang di Nagari Sulit Air tidak memiliki ukiran
Bagian luar rumah gadang 20 ruang di Nagari Sulit Air tidak memiliki ukiran seperti rumah gadang pada umumnya. Rumah gadang ini dipugar pada 2015 dengan biaya Rp 1 miliar lebih

Kini, rumah gadang 20 ruang ditempati oleh keluarga Repriyadi, yang merupakan anak kemenakan Datuak Ampang Limo.

Repriyadi menghuni rumah ini sejak 2017, bersama seorang istri dan dua anaknya.

Baca juga: Menyambangi Rumah Gadang Tua Milik Suku Tanjuang di Seberang Palinggam, Dibangun Sejak 1800-an

Istri Repriyadi, Suyatmi (44) menceritakan, pada 2015, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) merenovasi rumah gadang secara besar-besaran.

Jauh sebelumnya, pada 2007, BPCB sudah menetapkan rumah gadang 20 ruang sebagai situs cagar budaya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved