Kota Bukittinggi

Menyusuri Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, Sempat Hancur dan Dibangun Kembali

Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dibangun ulang pada 1993, Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No 37 Bukittinggi.

Penulis: Alif Ilham Fajriadi | Editor: Rizka Desri Yusfita
TribunPadang.com/Alif Ilham Fajriadi
Papan merek Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, dibangun ulang pada 1993 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dibangun ulang pada 1993, hasil kerja sama Pemko Bukittinggi dan Universitas Bung Hatta kala itu.

Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No 37 Bukittinggi, menjadikan museum ini sebagai salah satu aset kebudayaan yang dimiliki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi.

Berdasarkan pantauan TribunPadang.com, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta itu, terdiri atas dua lantai, dengan beberapa ruangan dan empat kamar untuk setiap anggota keluarga Bung Hatta.

Bagian belakang museum itu, juga terdapat rumah bujang Bung Hatta serta dapur dan kandang bendi.

Baca juga: Tempat Wisata di Bukittinggi, 5 Fakta Menarik Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta

Baca juga: Melihat Sumur Lama Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta Bukittinggi, Masih Asli & Ada hingga Sekarang

Pemandu Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta Yosi Rumi Yuli mengatakan, rumah kelahiran Bung Hatta tersebut dibangun pada 1993, sebab sebelumnya sempat hancur dan rata oleh tanah.

"Rumah kelahiran Bung Hatta ini, dulu itu sempat hancur, dan tanahnya pun sudah dibeli pihak lain," kata Yosi, Minggu (30/10/2022).

Yosi menuturkan, Bung Hatta hanya tinggal di rumah kelahirannya di Bukittinggi itu hingga berumur 11 tahun.

Lalu, Bung Hatta muda bersekolah dan berkelana mencari ilmu hingga ke Batavia (Jakarta).

"Rumah ini diketahui hancurnya itu sudah lama, saat keluarga Bung Hatta sudah pindah ke Jakarta semua," terang Yosi.

Kendati sudah lama hancur, Pemko Bukittinggi kala itu ingin Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta dibangun ulang.

Beberapa referensi dan pengetahuan terkait Bung Hatta dicari, kata Yosi, sebab diperlukan untuk pembangunan setiap sudut ruangan di museum tersebut.

"Untuk ruangan dan letak barang serta segala macamnya, pembangunan ini mengandalkan referensi dari kerabat Bung Hatta yang dahulu sempat berkunjung ke rumah ini," ungkap Yosi.

Selain itu, kata Yosi, juga merujuk kepada buku yang ditulis oleh Bung Hatta, dengan judul Memoir.

Yosi menjelaskan, tujuan dari dibangunnya Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta tersebut, supaya pengunjung bisa ikut merasakan dan mengetahui seperti apa Bung Hatta di masa kecil.

Lebih lanjut, kata Yosi, juga berfungsi sebagai literatur fisik sebuah pendidikan, sebab bisa mengetahui kehidupan Bung Hatta dari museum dan setiap koleksi yang ada di rumah kelahirannya itu.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved