Berita Populer Sumbar
POPULER SUMBAR: Perputaran Uang di Kejurnas Sepatu Roda Pariaman dan Galamai Khas Sijunjung
Berita populer Sumbar perputaran uang di Kejurnas Sepatu Roda Pariaman dan Galamai Khas dari Perkampungan Adat Sijunjung
Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Fuadi Zikri
2. Galamai, Camilan Khas Perkampungan Adat Sijunjung Berbahan Alami dan Dibungkus Daun Pandan Kering
Perkampungan Adat yang terletak di Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki kuliner khas berupa galamai.
Berbeda dengan galamai pada daerah lain, masyarakat Perkampungan Adat masih mengolah bahan-bahannya secara manual.
Seorang pembuat galamai di Perkampungan Adat Sijunjung Yanti menyebut, bahan dasar galamai terbuat dari beras pulut, sari pati santan dan gula merah.
"kami tidak menggunakan tepung beras pulut yang sudah dikemas, tetapi beras pulut tersebut kami tumbuk sendiri hingga halus," ungkapnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (22/10/2022).
Kata Yanti, alasan menumbuk sendiri beras pulut itu, untuk menjaga kealamian dalam bahan yang digunakan untuk pembuatan galamai.
Ia menjelaskan, dalam memasak galamai, Yanti masih menggunakan tungku kayu.
"Sebelum dimasukan kedalam kuali, bahan-bahan yang sudah disiapkan sebelumnya digabungkan hingga tercampur secara merata," tutur Yanti.
Baca juga: Galamai, Kuliner Khas dan Buah Tangan Khas, dari Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Provinsi Sumbar
Selanjutnya, bahan yang telah tercampur itu dimasukan ke dalam kuali dengan api yang sudah menyala.
Ia menambahkan, jika bahan tidak dicampurkan terlebih dahulu, proses pembuatannya akan lebih lama.
"Setelah masuk di kuali, adonan galamai harus terus diaduk hingga mengental dan siap untuk dikemas," imbuhnya.
Kata Yanti, untuk satu adonan galamai yang ia buat, proses pembuatannya memakan waktu 3 sampai 4 jam.
Sementara, ciri khas lain dari galamai itu terletak pada kemasannya yang juga alami, terbuat dari anyaman daun pandan kering.
"Kemasannya kami sebut kambuik, itu terbuat dari daun pandan yang sudah kering," ucap Yanti.
Penggunaan kambuik, kata Yanti bertujuan untuk mengurangi kandungan minyak yang ada pada galamai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/piala-wali-kota-pariaman.jpg)