Berita Populer Sumbar

POPULER SUMBAR: Perputaran Uang di Kejurnas Sepatu Roda Pariaman dan Galamai Khas Sijunjung

Berita populer Sumbar perputaran uang di Kejurnas Sepatu Roda Pariaman dan Galamai Khas dari Perkampungan Adat Sijunjung

Tayang:
Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Fuadi Zikri
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Sejumlah atlet sepatu roda baru saja melewati tikungan di arena sepatu roda Pantai Cermin Kota Pariaman dalam kejuaraan sepatu roda tingkat nasional Piala Wali Kota Pariaman 2022, Jumat (21/10/2022). 

2. Galamai, Camilan Khas Perkampungan Adat Sijunjung Berbahan Alami dan Dibungkus Daun Pandan Kering

Perkampungan Adat yang terletak di Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki kuliner khas berupa galamai.

Berbeda dengan galamai pada daerah lain, masyarakat Perkampungan Adat masih mengolah bahan-bahannya secara manual.

Seorang pembuat galamai di Perkampungan Adat Sijunjung Yanti menyebut, bahan dasar galamai terbuat dari beras pulut, sari pati santan dan gula merah.

"kami tidak menggunakan tepung beras pulut yang sudah dikemas, tetapi beras pulut tersebut kami tumbuk sendiri hingga halus," ungkapnya kepada TribunPadang.com, Sabtu (22/10/2022).

Galamai Perkampungan Adat, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, Sabtu (22/10/2022)
Galamai Perkampungan Adat, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, Sabtu (22/10/2022) (Istimewa)

Kata Yanti, alasan menumbuk sendiri beras pulut itu, untuk menjaga kealamian dalam bahan yang digunakan untuk pembuatan galamai.

Ia menjelaskan, dalam memasak galamai, Yanti masih menggunakan tungku kayu.

"Sebelum dimasukan kedalam kuali, bahan-bahan yang sudah disiapkan sebelumnya digabungkan hingga tercampur secara merata," tutur Yanti.

Baca juga: Galamai, Kuliner Khas dan Buah Tangan Khas, dari Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Provinsi Sumbar

Selanjutnya, bahan yang telah tercampur itu dimasukan ke dalam kuali dengan api yang sudah menyala.

Ia menambahkan, jika bahan tidak dicampurkan terlebih dahulu, proses pembuatannya akan lebih lama.

"Setelah masuk di kuali, adonan galamai harus terus diaduk hingga mengental dan siap untuk dikemas," imbuhnya.

Kata Yanti, untuk satu adonan galamai yang ia buat, proses pembuatannya memakan waktu 3 sampai 4 jam.

Sementara, ciri khas lain dari galamai itu terletak pada kemasannya yang juga alami, terbuat dari anyaman daun pandan kering.

"Kemasannya kami sebut kambuik, itu terbuat dari daun pandan yang sudah kering," ucap Yanti.

Penggunaan kambuik, kata Yanti bertujuan untuk mengurangi kandungan minyak yang ada pada galamai.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved