Kota Padang

Pengrajin Atap Rumbia Masih Ditemukan di Lubuk Buaya Padang, Harga Per Lembar Rp 4 Ribu

Pengrajin atap rumbia di Padang berada di Simpang Kalumpang Lubuk Buaya, bernama Suani Agus.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Pengrajin atap rumbia masih bisa ditemukan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/9/2022). Pengrajin atap rumbia di Padang berada di Simpang Kalumpang Lubuk Buaya, bernama Suani Agus. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengrajin atap rumbia masih ditemukan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/9/2022).

Salah satu lokasi yang masih ada pengrajin atap rumbia berada di Simpang Kalumpang, Lubuk Buaya, Kota Padang.

Di sana terdapat beberapa pengrajin atap rumbia, satu di antaranya bernama Suani Agus (49).

Penjual atap rumbia masih bisa ditemukan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/9/2022)
Pengrajin atap rumbia masih ditemukan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/9/2022) (TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI)

Suani mengatakan, atap rumbia masih diminati masyarakat karena mampu menyerap panas di siang hari, sehingga ruangan tetap adem meski matahari terik.

"Ruangan yang menggunakan atap ini sejuk saat siang hari yang terik dan terasa hangat saat malam," ujarnya.

Hanya saja, atap rumbia tersebut tidak dapat menangkal hawa dingin sepenuhnya pada saat musim hujan.

Suani mengatakan daun rumbia memiliki sifat kaku dan berbentuk lurus, sehingga cocok untuk dijadikan atap rumah.

Tulang daun rumbia juga sejajar dan tidak bercabang, dan mampu membuat daun tetap tegak meski sudah kering.

Baca juga: Kisah Zulbachri, Bekerja Sebagai Petugas Kebersihan Selama 33 Tahun, Mampu Kuliahkan 3 Orang Anaknya

Suani menjelaskan, daun pohon rumbia yang digunakan biasanya daun yang sudah cukup tua namun tidak kering.

Membuat atap rumbia dilakukan dengan menjahit beberapa helai daun rumbia dengan menggunakan tali pada sebilah bambu.

Panjang bambu ini sekitar satu setegah meter. Untuk satu lembar atap rumbia, dibutuhkan lebih dari 30 helai daun rumbia.

"Atap rumbia ini biasa tahan sekitar lima tahun," katanya.

Ia menambahkan, pembeli atap rumbia biasanya peternak.

Atap rumbia digunakan untuk dijadikan atap kadang ternak, seperti ayam, sapi dan itik.

"Harga atap rumbia Rp 4.000 per lembarnya," ujarnya.

Tak hanya peternak, atap dari pohon rumbia ini juga diminati para pemilik usaha kafe dan restoran.

"Atap rumbia ini digunakan untuk membangun gazebo kafe dan restoran agar tampil lebih estetik dan alami," ujarnya. (TribunPadang.com/ Rima Kurniati)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved