Bayi Kembar Siam

Penanganan Bayi Kembar Siam di M Djamil tak Dibebani Biaya, Dirut: Kita Tanggung Sehabis-habisnya

Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Padang dr Yusirwan Yusuf mengupayakan penanganan bayi kembar siam tak dibebani biaya.

Penulis: Nandito Putra | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM/NANDITO PUTRA
Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Padang dr Yusirwan Yusuf mengupayakan penanganan bayi kembar siam asal RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman di rumah sakit itu tak dibebani biaya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Padang dr Yusirwan Yusuf mengupayakan penanganan bayi kembar siam asal RSUD Dr Sadikin Kota Pariaman di rumah sakit itu tak dibebani biaya.

"Untuk pembiayaan akan dipikirkan pihak rumah sakit bagaimanapun caranya."

"Ini akan kita upayakan dan tanggung sehabis-habisnya," kata Yusirwan Yusuf di hadapan awak media, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Kondisi Bayi Kembar Siam Dua Kepala Satu Badan Kritis, Direktur RSUP M Djamil: Belum Bisa Dioperasi

Baca juga: Bayi Kembar Siam Lahir di Pariaman, Kondisi Memiliki Dua Kepala Satu Tubuh, Dirujuk ke RSUP M Djamil

Yusirwan menjelaskan, kondisi terkini bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki tersebut kritis.

Tim dokter belum bisa mengambil tindakan lanjut selain menunggu perkembangan organ-organ bayi.

"Kalau kondisinya sudah emergency, mau tidak mau, kita akan mengambil tindakan secepatnya," ujar Yusirwan.

Hingga saat ini, Yusirwan mengungkapkan, tim penanganan masih mempelajari detail-detail anatomi bayi, sebelum dilakukan pembedahan.

Kata dia, kondisi anatomi dan organ vital bayi tersebut sangat kompleks.

"Kami mohon dukungannya dan kita akan perbaharui terus kondisinya," ungkap Yusirwan. 

Sebelumnya dr Yusirwan Yusuf menjelaskan sekarang ini saturasi oksigen bayi tersebut 60-an, sehingga tidak bisa lepas dari ventilator.

Selain itu, pihak rumah sakit juga belum bisa melakukan operasi karena ketahanan organnya belum maksimal.

Yusirwan Yusuf mengatakan bayi kembar siam tersebut punya dua jantung yang saling berdempetan.

Kemudian satu di antara dua organ jantung bayi tersebut hanya punya satu ventrikel dan satu atrium.

"Darah kotor dan darah bersih bercampur di sana."

"Jantung yang normal itu empat ruangan, ventrikel dua dan atrium dua," pungkas Yusirwan. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved