Petani Kopra Ditemukan Meninggal di Pulau, Warga Sempat Kuburkan Jenazahnya Sampai Polisi Datang

Seorang petani kopra (kelapa cungkil) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bibir Pantai Pulau Sibigeu, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan,

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
istimewa
Polisi saat mendatangi lokasi penemuan mayat di Mentawai, Sumbar, Minggu (4/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang petani kopra (kelapa cungkil) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bibir Pantai Pulau Sibigeu, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui bahwa korban seorang petani yang bernama Hauni Zalukhu (55) warga Dusun Alaimonga, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kapolsek Sikakap, Iptu Yanuar, mengatakan bahwa korban ditemukan oleh petani lainnya pada Sabtu (3/9/2022) yang lalu.

Baca juga: Pencarian Hari Keempat Kakek yang Hilang di Muara Simalancan Mentawai, Korban Belum Ditemukan

"Kita dapat informasi dari warga pada Sabtu (3/9/2022) sekitar pukul 15.30 WIB, bahwasanya ada masyarakat yang sedang berladang di Pulau Sibigeu menemukan mayat tanpa identitas awalnya," kata Iptu Yanuar, Senin (5/9/2022).

Saat itu mayat ini ditemukan dengan posisi terlentanh di bibir pantai sehingga beberapa orang warga memindahkan mayat bersama-sama.

"Karena badai dan komunikasi tidak ada, sehingga masyarakat yang ada di lokasi kejadian mengambil inisiatif untuk menguburkan korban secara sementara di pasir bibir pantai," kata Iptu Yanuar.

Baca juga: Cuaca Sumbar Hari ini: Siang hingga Sore Hujan Berpotensi Guyur Kepulauan Mentawai

Hal itu dilakukan agar jenazah korban tidak dimakan oleh hewan yang ada di Pulau Sibigeu. Pada Minggu (4/9/2022) terhubunglah komunikasi dengan orang Sikakap.

Barulah datang warga melapor ke kantor Polsek Sikakap, dan langsung melakukan persiapan untuk menuju ke lokasi penemuan.

"Persiapan kita terdiri dari boat dan bahan bakarnya yang akan digunakan karena gelombangnya cukup tinggi. Sekitar pukul 17.00 WIB personil dari dari Polsek Sikakap dan Polres Mentawai berangkat ke lokasi," katanya.

Baca juga: Cuaca Sumbar Hari ini: Siang hingga Sore, Potensi Hujan Guyur Mentawai, Agam, Payakumbuh

Pihaknya awalnya berhenti di Desa Malakopa agar dapat melakukan koordinasi bersama warga, Kepala Dusun, dan tim Puskesmas Malakopa.

Selanjutnya selama satu jam perjalanan dari Desa Malapoka berhasil sampai ke lokasi penemuan mayat bersama pihak puskesmas dan beberapa warga desa.

"Akhirnya dapat mengetahui keluarganya. Sekitar pukul 00.00 WIB ira datang ke lokasi korban dikuburkan bersama pijak keluarga untuk kembali menggali.

Namun, wajah korban tidak dikenali lagi dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Keluarga mengenalinya korban dari baju dan celana yang dipakai saat ditemukan," kata Iptu Yanuar.

Selain itu anak korban dapat mengetahui ciri-ciri orang tuanya dari adanya tanda fisik pada bagian gigi yang ompong pada bagian atasnya.

"Selesai diperiksa langsung diserahkan ke keluarganya langsung. Korban ini memang jarang pulang kalau berladang, karena petani kopra. Diperkirakan tenggelamnya pada Jumat (2/9/2022),"katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved