Simak Tujuh Amalan Sunah di Bulan Dzulhijjah: Puasa Arafah, Berqurban, Takbir dan Dzikir

Ada amalan sunah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan amalan hari Tasyrik. Berikut ini tujuh amalan sunah di bulan Dzulhijjah

Tayang:
Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Ilustrasi: Suasana salat Idul Adha di Masjid Baiturahmah Padang, Selasa (20/7/2021) 

TRIBUNPADANG.COM - Puasa arafah dan berkurban merupakan amalan sunah di bulan Dzulhijjah yang umum diketahui umat Islam.

Ada amalan sunah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan amalan hari Tasyrik.

Berikut ini tujuh amalan sunah di bulan Dzulhijjah, dikutip dari Kemenag dan Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII.:

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah ibadah sunah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Amalan sunah ini dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Puasa Arafah dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Baca juga: Jelang Idul Adha 2022, Pemko Bukittinggi Pastikan Stok Tetap Stabil

2. Takbir dan Dzikir

Bacaan takbir dan dzikir adalah amalan sunah di bulan Dzulhijjah yang dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Takbir dan dzikir juga dianjurkan untuk tetap diterapkan meski di luar bulan Dzulhijjah.

Dzikir dapat dilakukan dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan lainnya.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunah.”

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved