Kelas 2 Tema 8

Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 2 SD Halaman 170 171 172 173 174 175 Subtema 4 Pembelajaran 2

Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 8 kelas 2 SD halaman 170, 171, 172, 173, 174 dan 175 Buku Tematik Subtema 4 Pembelajaran 2.

Editor: Mega Satriani Purwaningtyas
Tribunnews
ilustrasi Belajar dari Rumah- Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 8 kelas 2 SD halaman 170, 171, 172, 173, 174 dan 175 Buku Tematik Subtema 4 Pembelajaran 2. 

TRIBUNPADANG.COM - Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 8 kelas 2 SD halaman 170, 171, 172, 173, 174 dan 175 Buku Tematik Subtema 4 Pembelajaran 2.

Jawaban pada artikel ini dapat digunakan orang tua sebagai pedoman untuk mengawasi anak belajar di rumah.

Para siswa diharap dapat menjawab dengan jawabannya sendiri terlebih dahulu.

Kemudian gunakan jawaban pada artikel ini untuk mengoreksi.

Baca juga: Jawaban Tema 8 Kelas 2 Halaman 141: Apa Saja Aturan Berjalan di Jalan Raya yang Kamu Ketahui?

Baca juga: Jawaban Tema 8 Kelas 2 Halaman 138: Hari dan Tanggal Berapakah Lani Berbelanja ke Pasar dengan Ibu?

Berikut Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 2 SD Halaman 170, 171, 172, 173, 174 dan 175:

Bacalah teks cerita berikut dengan lafal dan intonasi yang tepat!

Pemuda Bersuling Ajaib

Dahulu kala, terdapat sebuah kota yang terletak di kaki Bukit Malaga. Kota itu bernama kota Hamelin. Penduduk yang tinggal di kota Hamelin hidup dengan aman dan damai.

Sayangnya, kesadaran mereka terhadap kebersihan lingkungan sangat memprihatinkan. Mereka suka membuang sampah di sembarang tempat.

Hingga akhirnya sampah-sampah itu menjadi sarang tikus. Seiring berjalannya waktu, jumlah tikus terus bertambah. Kota pun dipenuhi oleh kawanan tikus.

Semua jalan dipenuhi para tikus. Banyak warga yang kecelakaan hingga akhirnya meninggal karenanya.

Musibah yang menimpa kota Hamelin rupanya telah tersebar luas hingga ke kota-kota lain. Dari salah satu kota tersebut, ada seorang pemuda yang datang ke kota Hamelin.

Pemuda itu bernama Satria. Ia menawarkan diri untuk mengusir semua tikus yang berkeliaran. Sebagai imbalannya, sang pemuda meminta upah dua keping emas kepada setiap orang yang ada di Hamelin.

Warga Hamelin setuju dan sepakat untuk membayar. Pemuda itu mengeluarkan sebuah seruling dan mulai meniupnya.

Suara yang keluar dari seruling itu sangat merdu. Suaranya membuat siapa saja yang mendengarnya terlena.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved