Hari Raya Waisak dan Tiga Peristiwa Suci yang Diperingati, Lahirnya Pangeran Siddharta

Dalam perayaan hari raya Waisak bagi umat Buddha itu berawal dari memperingati tri suci atau tiga peristiwa suci, diantaranya Lahirnya Siddharta

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI
Hari Raya Waisak umat Buddha itu berawal dari memperingati tri suci atau tiga peristiwa suci. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dalam perayaan hari raya Waisak bagi umat Buddha itu berawal dari memperingati tri suci atau tiga peristiwa suci.

Peristiwa suci pertama menurut Kepala Wihara Buddha Warman Padang Sudarma, ialah kelahiran maha bodhisatwa Siddharta.

"Maha Bodhisatwa Siddharta ini lahir sebagai seorang pangeran, di sebuah kerajaan di India," katanya pada TribunPadang.com, Senin (16/5/2022).

Ia menambahkan bahwa agama Buddha itu berasal dari India bukan Tiongkok.

Sudarma melanjutkan peristiwa kedua saat Siddharta meninggalkan istana lalu menjadi pertapa hingga mencapai penyerahan sempurna.

"Pencerahan sempurna ini membuat beliau mendapatkan gelar Buddha," terangnya.

Baca juga: Hari Raya Waisak di Wihara Buddha Warman Kota Padang, Sudarma: Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Peristiwa ketiga adalah saat Buddha wafat atau dalam bahasa Buddha maha parinibbana.

"Semua kejadian tersebut terjadi di India, baru setelah itu agama Buddha berkembang keseluruh dunia termasuk Indonesia," bebernya.

Jadi Waisak itu mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Budha. Sehingga bagi umat Buddha sesuai dengan ayat sucinya, kelahiran Buddha itu adalah suatu berkah bagi umat manusia.

"Kelahiran Buddha ini sudah 2600 tahun yang lalu dan tidak semua zaman bisa terjadi kelahiran Buddha," bebernya.

Kehadiran Buddha pada zamannya mengisahkan hal yang bertolak belakang pada saat sekarang.

Dimana dulu Buddha mempu meninggalkan istana, harta dan keluarga untuk pertapa untuk mencapai pencerahan sempurna.

"Tapi saat ini malah orang lebih mengejar tahta, harta dan wanita. Jadi sangat bertolak belakang karena pertapa itu miskin," sebutnya.

Ibadah umat Buddha saat hati raya Waisak di Wihara Buddha Warman Padang, Senin (16/5/2022)
Ibadah umat Buddha saat hati raya Waisak di Wihara Buddha Warman Padang, Senin (16/5/2022) (TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI)

Selama menjadi pertapa kata Sudarma Siddharta mencari jawaban kenapa manusia itu menderita dan berhasil mendapat jawabannya di bawah pohon bodhi.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved