Masjid Jamik Tarok, Masjid Tertua di Bukittinggi yang Pernah Dikunjungi Proklamator Bung Hatta

Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memiliki delapan masjid tertua yang hingga kini masih berdiri kokoh.

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
Dok. Arsip Kota Bukittinggi/Istimewa
Masjid Jamik Tarok saat dikunjungi Wakil Presiden Indonesia Pertama, Mohamad Hatta pada 7 April 1954. 

"Masjid ini dibangun pada 1950 dan selesai 1956, pada 1954 pernah dikunjungi Mohamad Hatta yang ketiga Wakil Presiden," ujar Ketua Pengurus Masjid Jamik Tarok, Irman Bahar kepada TribunPadang.com, Minggu (17/4/2022).

Dibangun ulang

Masjid yang sempat bernama Masjid Jamik Al-Anshar ini kembali dibangun ulang.

Pengerjaannya sudah dimulai sejak 9 Maret 2022 lalu yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Bukittinggi Erman Safar.

Erman mengatakan, pembangunan ulang ini diperkirakan menelan biaya Rp40 miliar lebih dengan rencana pengerjaan lima tahun ke depan.

Masjid ini dibangun dengan tiga tingkat yang direncanakan mempertahan arsitektur yang saat ini.

"Pembangunan ini berdasarkan inisiatif dan keinginan bersama masyarakat, ninik mamak, dan tokoh masyarakat Tarok," ungkap Irman.

Ia menjelaskan, alasannya karena masjid yang kini berdiri tak lagi nyaman dijadikan sebagai tempat beribadah.

Terdapat beberapa kerusakan pada bagian bangunan masjid, salah satunya beberapa titik langit-langit masjid yang bocor.

Kemudian posisi masjid juga berada jauh ke bawah dari permukaan jalan raya dan sekitarnya.

"Jadi ketika hujan kita harus menaruh ember yang banyak untuk menampung air hujan itu," katanya.

Selain itu, posisi masjid yang berada di tengah perkotaan dan jalan lintas tak lagi mempu menampung banyaknya jemaah, apalagi ketika salat Jumat.

"Untuk salat Jumat selalu melimpah keluar, jadi kapasitas masjid tidak bisa lagi menampung jumlah masyarakat kita yang semakin banyak," ungkapnya.

Soal anggaran, pembangunan masjid ini mendapat bantuan dari APBD Pemko Bukittinggi sebesar Rp44 miliar.

"Juga ada pokir saya sebesar Rp600 juta," tutup Irman yang juga anggota DPRD Kota Bukittinggi itu.(*)

 

 

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved