Masjid Jamik Tarok, Masjid Tertua di Bukittinggi yang Pernah Dikunjungi Proklamator Bung Hatta
Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memiliki delapan masjid tertua yang hingga kini masih berdiri kokoh.
Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI- Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memiliki delapan masjid tertua yang hingga kini masih berdiri kokoh.
Meski kedelapan masjid itu tidak lagi mempertahankan bangunan aslinya, setiap masjid memiliki cerita sejarahnya masing-masing.
Salah satunya Masjid Jamik Tarok yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Nomor 39, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi.
Baca juga: Deretan Keunikan Masjid Raya Gantiang Padang, Ditopang 25 Tiang hingga Pintu yang Tak Pernah Diganti
Baca juga: Arsitektur Masjid Raya Gantiang Khas dari Beragam Negara, Bagian Atap Cina, Desain Bangunan Eropa
Masjid yang berada di jantung kota Jam Gadang ini dulunya pernah dikunjungi oleh Bapak Proklamator Indonesia, Mohamad Hatta.
Lantas bagaimana ceritanya?
Masjid Jamik Tarok mulai dibangun pada 1950 dan tuntas pada 1956.
Walakin, sejatinya eksistensi masjid ini telah melewati masa dua abad.
Baca juga: Asal Mula Nama Masjid Raya Badano Kota Pariaman, Sudah Ada Sejak Antara 1829-1850 Masehi
Baca juga: Mengenal Masjid Nur Taqwa di Padang Panjang, Miliki Kubah Warna Hijau Mirip Masjid Nabawi Dahulu
Berdasarkan catatan yang ada, cikal bakal masjid ini sudah ada sejak 1830-an, sama halnya dengan masjid tua lainnya di Bukittinggi.
Bangunan beton yang sekarang berdiri kokoh merupakan bangunan baru pengganti masjid terdahulu yang keseluruhan berbahan kayu.
Serupa dengan masjid-masjid tua di Minangkabau pada umumnya, masjid ini dulunya berarsitektur panggung dengan atap berundak-undak tumpang tiga dari ijuk.
Namun, ketika dibangun ulang, masjid ini meninggalkan arsitektur lamanya dan memiliki arsitektur baru.
Mengusung bangunan persegi dengan tiga kubah besar berukuran sama, sekilas masjid ini hampir mirip dengan Masjid Raya Medan.
Pada 1954, saat pembangunan masjid hampir rampung, Mohamad Hatta yang akrab dikenal Bung Hatta melaksanakan salat Jumat di sana.
Waktu itu Wakil Presiden Indonesia yang pertama tersebut melakukan kunjungan ke Kota Bukittinggi, tepatnya pada 7 April 1954.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Masjid-Jamik-Tarok-saat-dikunjungi-Wakil-Presiden-Indonesia-Pertama.jpg)