Breaking News:

Remaja Hanyut di Pasaman

Remaja Umur 11 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Hanyut Terbawa Arus Sungai Batang Sumpu Pasaman

Seorang remaja meninggal dunia akibat hanyut di sungai Batang Sumpu, Kayu Jati, Jorong Lubuk Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
istimewa
Proses pencarian korban hanyut di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Rabu (6/4/2022) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang remaja meninggal dunia akibat hanyut di sungai Batang Sumpu, Kayu Jati, Jorong Lubuk Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang pukul 15.00 WIB, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Dilaporkan Hanyut di Sungai Batang Hari, Seorang Warga Dharmasraya Ditemukan Meninggal Dunia

Baca juga: Dilaporkan Hanyut di Air Terjun Nngungun Tarak, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal Dunia

"Telah terjadi orang hanyut terbawa arus sungai pada Selasa (5/4/2022) sekitar pukul 12.45 WIB," kata Koordinator Pos SAR Pasaman, Hendra, Kamis (7/4/2022).

Ia menjelaskan, korban bernama Dandi (11) ditemukan oleh tim SAR Gabungan sekitar pukul 10.15 WIB pada Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Populer Sumbar: Warga Tanah Datar Tewas Hanyut hingga Batang Ombilin Rafting Festival 2022

Baca juga: Warga Kabupaten Tanah Datar Tewas Akibat Hanyut Sedang Menangkap Ikan Pakai Jala di Sungai

"Awalnya kita mendapatkan informasi dari petugas BPBD Kabupaten Pasaman adanya remaja umur 11 tahun hanyut terbawa arus di Sungai Batang Sumpu Kayu Jati," kata Hendra.

Dikatakannya, korban dilaporkan hanyut saat menyeberangi sungai Batang Sumpu dengan tujuan memancing bersama kakak iparnya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Petani yang Hanyut di Padang Pariaman, Keluarga Sempat Histeris

Baca juga: Populer Sumbar: Kronologi Petani Hanyut di Padangpariaman, Vaksinasi Anak Usia 6-11 di Padangpanjang

Namun, saat menyeberangi sungai korban terpeleset hingga hanyut terbawa arus sungai.

"Pencarian dilakukan oleh masyarakat dan dilaporkan ke pihak terkait," katanya. (*)

Sebelumnya Tim SAR Gabungan pada Kamis (17/3/2022), berhasil menemukan seorang pria bernama Suprihatin (39)  yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Hari, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Kantor SAR (Kakansar) Padang, Asnedi menyebut korban diketahui meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor, Selasa (15/3/2022) sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca juga: 16 Atlet SOIna Kabupaten Sijunjung akan Mewakili Sumbar Dalam Ajang Pesonas 2022 di Kota Semarang

Baca juga: Kabupaten Sijunjung Meraih Juara Ketiga Dalam Gelaran Pesoda 2022 Tingkat Sumbar

"Saat menemukan sepeda motor dan sendal milik korban tersebut, korban tidak berada di sana," ungkapnya, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Heboh Chat WA Berantai, Dugaan Pembegalan di Daerah Tanjung Lolo Sijunjung, Kapolsek: Terus Selidiki

Baca juga: Mutasi Pejabat Eselon III & IV Pemkab Sijunjung, Benny Dwifa: Jangan Sampai Kinerja di Luar Jalur

Ia menambahkan, karena warga tidak berhasil menemukan korban, warga melaporkannya kepada pihak Walinagari Langkok, Rabu (16/3/2022).

"Korban diketahui hanyut di aliran sungai tersebut, karena ditemukan tanda-tandanya pergi ke arah sungai," ujar Asnedi.

Baca juga: POPULER SUMBAR: Tiga Kasus Bunuh Diri di Sijunjung, Bunga Rafflesia Mekar Sempurna, Ritual IKN

Baca juga: 3 Kasus Bunuh Diri Terjadi di Kamang Baru Sijunjung Sejak Januari, Camat Koordinasi Tokoh Masyarakat

Melalui Unit SAR Solok Selatan, personel SAR melakukan pencarian di lokasi awal kejadian korban hanyut itu, Kamis (17/3/2022).

"Sekitar pukul 10.55 WIB, korban ditemukan meninggal dunia, kurang lebih 15km dari lokasi dinyatakan hanyut," ungkap Komandan Unit SAR Solok Selatan, Riko Likardo saat dihubungi TribunPadang.com.

Baca juga: Kesbangpol Linmas Kabupaten Sijunjung, Minta Ormas dan LSM Daftarkan Diri

Baca juga: Rapat Koordinasi Tim Pora, Terkait Dampak Positif dan Negatif Orang Asing di Kabupaten Sijunjung 

 
Ia menambahkan, pihaknya melakukan evakuasi ke daerah tersebut dan membawa korban Puskesmas Koto Baru, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dikatakannya, belum diketahui untuk apa korban pergi ke sungai tersebut, tetapi diduga pergi buang air kecil. (*)



 
 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved