Berita Populer Padang

POPULER PADANG: Pertemuan Wako dengan PT Incasi Raya, Pedagang Sebut Stok Minyak Curah Terbatas

Berikut berita Populer Padang selama 24 jam terakhir yang tayang di TribunPadang.com. Ada berita mengenai Pertemuan dengan Wako Hendri Septa

Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Minyak goreng curah yang sudah dibungkus di kios salah seorang pedagang di Pariaman Provinsi Sumatera Barat, Kamis (17/3/2022) 

"Sebelumnya sempat saya jual Rp 18 ribu kemarin, tapi harganya kembali melonjak jadi sekarang saya jual Rp 20 ribu per kilo," katanya.

Dari harga tersebut, Wen hanya mengambil untuk Rp 2.000 saja per kilonya.

"Sudah mahal ketersediaannya sedikit juga," sambungnya.

Kondisi yang terjadi pada 2 hari terakhir ini menurut Wen belum tentu berakhir, ia menduga besok bisa saja harga dari distributor kembali naik.

Saat ini banyak juga distributor minyak curah langganannya juga tidak berjualan, sehingga ia kesulitan mendapat stok minyak goreng curah.

Ia juga menuturkan jika biasanya bisa mendapatkan stok  minyak goreng curah 100 Kg sekarang hanya 28 Kg.

" Harga mahal, stoknya susah itu yang terjadi saat ini untuk minyak goreng curah," tegasnya.

Tapi Wen tetap bersyukur karena kondisi di Kota Padang khususnya pasar raya masih terkendali, tidak seperti daerah lain.

"Beruntung situasinya tidak seperti daerah lain yang berdesak-desakan untuk mengantre," sebutnya.

Menurutnya kondisi ini terjadi sejak HET dicabut dan muncul HET baru untuk minyak curah. Meski sampai saat ini HET itu belum berlaku secara keseluruhan.

Hal serupa juga dirasakan Hendri (46), ia mengaku bahwa penyaluran minyak curah saat ini dibatasi oleh distributor.

Akibatnya Hendri tidak bisa langsung mengambil minyak goreng curah dari distributor tapi dari pedagang pasar raya lainnya.

"Kabarnya di distributor dibatasi 20 Kg saja, jadi sulit untuk mendapatkannya. Kalau saya ambil minyak dari pedagang lain saja," bebernya.

Mengambil stok minyak goreng curah dari sesama pedagang Hendri bisa mendapatkan 50 kg minyak curah, hanya saja harganya tentu sudah berbeda.

"Saya ambilnya dari pabrik, pangkalan, ke pedagang pasar raya, baru saya bisa beli jadi harganya mahal," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved