Camat Batipuh Selatan Harapkan Ekonomi Masyarakat Nagari Sumpur Meningkat
Camat Batipuh Selatan Benny Yohendri berharap penebaran pembenihan ikan bilih di PT Semen Padang ke habitatnya di danau Singkarak Nagari Sumpur
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Camat Batipuh Selatan Benny Yohendri berharap penebaran pembenihan ikan bilih di PT Semen Padang ke habitatnya di danau Singkarak Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah, Senin (21/3/2022) bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.
Benny berharap inisiatif yang dilakukan oleh PT Semen Padang untuk mengkonservasi ikan bilih bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Nagari Sumpur.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Apresiasi Penebaran Benih Ikan Bilih, dari PT Semen Padang ke Danau Singkarak
Baca juga: Pembenihan Ikan Bilih di PT Semen Padang Ditebarkan ke Danau Singkarak: Kontribusi untuk Lingkungan
"Dengan adanya bantuan perkembangan populasi ikan bilih dari PT Semen Padang ini semoga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Nagari Sumpur dan khusunya Kecamatan Batipuh Selatan kedepannya," kata Benny sehabis peneberan pembenihan ikan bilih di PT Semen Padang ke habitat aslinya di danau Singkarak.
Menurutnya kondisi pupulasi ikan bilih di danau Singkarak memang memangalami penurunan. Penyebabnya kata Benny banyak berasal dari sampah yang dibuang masyarakat atau dikirimkan dari hulu.
"Sehingga merusak ekosistem kehidupan ikan bilih di danau Singkarak," sebutnya.
Baca juga: PT Semen Padang Lepas 4.000 Ikan Bilih Endemik di Danau Singkarak, Hasil Konservasi Sejak 2018
Baca juga: HUT ke-112, PT Semen Padang Bagikan 112 Perlengkapan Salat untuk 20 Rumah Ibadah
Ia berharap agar kedepannya masyarakat bisa menjaga kestabilan danau dan ekosistem ikan bilih kedepannya.
Benny juga menurutkan dari 13 nagari yang berada di sekitar danau Singkarak, sampai saat ini hanya nagari Sumpur yang masih menjaga ekosistem ikan bilih.
Hal ini mengacu pada cara penangkapan nelayan di Nagari Sumpur, kebanyakan nelayannya masih menggunakan biduk untuk menangkap ikan bilih ini berbeda dengan nagari lainnya.
Baca juga: HUT ke 112, PT Semen Padang Gelar Syukuran secara Sederhana, Mengusung Tema: Rise Stronger
Baca juga: Konservasi Ikan Bilih Semen Padang Membuahkan Hasil, Siap Dilepas ke Habitat Asli di Danau Singkarak
"Khusus Nagari Sumpur masih terjaga, karena di sini ada peraturan nagari (Pernag) untuk menjaga kelestarian danau dan ekosistem ikan bilih," bebernya.
Membawahi 5 nagari yang berada disekitar danau Singkarak, Camat Batipuh ini akan berupaya untuk melestarikan ikan bilih di danau Singkarak.
"Saat ini kami sudah berupaya untuk melakukan pembersihan danau, dimana belakangan sejak 2 bulan sekali sudah rutin dilakukan bersama masyarakat setempat," sebutnya.
Pihak Kecamatan Batipuh Selatan juga sudah menerapkan aturan yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perikanan dan Lingkungan Hidup Tanah Datar serta kelima nagari.
"Hanya saja sampai saat ini aturan tersebut baru terealisasi di Nagari Sumpur, tapi untuk pembersihan danau Singkarak sudah berlangsung diseluruh nagari," bebernya.
Terlebih banyak warga Batipuh Selatan yang berprofesi sebagai nelayan sehingga Benny berharap masyarakat dan pemerintah bisa saling berkordinasi untuk menjaga kelestarian ikan bilih di Danau Singkarak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Camat-Batipuh-Selatan-Kabupaten123.jpg)