Gempa Guncang Pasaman Barat

Cukur tapi Bayar Seikhlasnya, Cara Unik Tukang Pangkas di Bukittinggi Galang Bantuan Gempa Pasbar

setiap pembayaran dari para pengunjung akan dikumpulkan pihaknya untuk disalurkan ke warga yang terdampak bencana.

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
TribunPadang.com/FuadiZikri
Pangkas rambut dengan bayaran seiklasnya digelar sekumpulan tukang pangkas rambut dan barber shop di Lapangan Kantin, Kota Bukittinggi, Selasa (8/3/2022). 

Konsep penggalangan dananya pun tak begitu rumit. Piter menuturkan bagi yang ingin pangkas rambut cukup bayar sekilas.

"Nanti uang yang terkumpul akan kita belikan semuanya ke kebutuhan warga yang terdampak bencana, seperti konsumsi dan lain sebagainya," ungkap Piter.

Selain penggalangan dana bayar sekilas itu, Piter melanjutkan, pihaknya juga membuka open donasi bagi warga yang ingin memberikan bantuan secara langsung.

Dikatakan dia, bantuan berupa apapun akan diterima, baik itu pakaian bekas, mainan, makanan cepat saji, ataupun bantuan uang tunai.

Penggalangan dana ini dilangsungkan pihaknya selama dua hari yang sudah dimulai sejak Senin (7/3/2022) kemarin. 

Hingga hari terakhir ini, pihaknya sudah mengumpulkan bantuan setidaknya Rp2 Juta lebih dan beberapa kantong pakaian bekas layak pakai.

Jumlah itu belum termasuk dengan jumlah hari ini.

"Untuk penyalurannya setelah ini, nanti kita akan cari hari pasnya. Uang tunai yang kita peroleh akan kita belikan semuanya ke barang," paparnya.

Piter menambahkan, setelah di Kota Bukittinggi ini, pekan depan pihaknya berencana melakukan di Payakumbuh. "Setelah ini rencananya kita lakukan lagi di Payakumbuh," ucapnya.

Marajut tali silaturahmi

Penggalangan dana yang dilakukan sekumpulan tukang pangkas dan barbershop ini tak hanya sekadar bakti amal, namun juga menjalin silaturahmi antar sesama profesi.

"Kita ini kan jauh-jauh, ada yang dari Payakumbuh juga, jadi acara ini sekaligus silaturahmi antara kami," terang Piter.

Ia menyebut, dengan adanya kegiatan seperti ini, pihaknya dapat berkumpul dan saling berbagi cerita dan bercanda gurau disela-sela kesibukan mencari nafkah.

"Kami ini sebenarnya sudah pada kenal, tapi untuk berkumpul seperti ini kami jarang karena kesibukan masing-masing, jadi sekaligus lah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved