Gempa Guncang Pasaman Barat
Cukur tapi Bayar Seikhlasnya, Cara Unik Tukang Pangkas di Bukittinggi Galang Bantuan Gempa Pasbar
setiap pembayaran dari para pengunjung akan dikumpulkan pihaknya untuk disalurkan ke warga yang terdampak bencana.
Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI- Penggalangan dana bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat terus digelar berbagai kalangan.
Bermacam-macam cara dan metode dilakukan.
Seperti yang umum ditemui yaitu pengumpulan sumbangan di pinggir dan perempatan jalan menggunakan kardus minuman.
Baca juga: Pasca Longsor Senin Malam, Arus Lalu Lintas di Rimbo Kajahatan Pasaman Barat Masih Terputus
Baca juga: 530 Pengungsi Gempa Pasaman Barat Masih Bertahan di Posko Utama Halaman Kantor Bupati
Semata-mata penggalangan dana ini digelar bertujuan untuk meringankan beban dan memenuhi kebutuhan mereka yang terkena musibah.
Metode yang menarik dilakukan oleh sekumpulan tukang pangkas rambut dan barber shop di Kota Bukittinggi untuk menggalang dana bagi warga terdampak bencana gempa.
Sekitar 30 orang tukang pangkas dan barber shop berkumpul di Lapangan Kantin Kota Bukittinggi menyelenggarakan penggalangan dana.
Bukan minta-minta di jalan atau mengumpulkan uang dari pengunjung yang di lapangan kantin, mereka menggelar pangkas rambut dengan bayaran seikhlasnya.
Lapak pangkas rambut didirikan di Panggung Lapangan Kantin dengan kursi dan meja seadanya.
Baca juga: Disdikbud Pasaman Barat Beri Trauma Healing ke Siswa di Timbo Abu, Berangkat Pakai Sepeda Motor
Baca juga: Siswa Korban Gempa di Pasaman Barat akan Belajar di Tenda, Didirikan di Halaman Sekolah yang Rusak
Dengan perkakas moderen, secara bergantian mereka merapi rambut pengunjung yang datang.
Mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.
Salah seorang koordinator acara, Piter mengatakan, setiap pembayaran dari para pengunjung akan dikumpulkan pihaknya untuk disalurkan ke warga yang terdampak bencana.
"Ini adalah cara kita untuk menggalang dana bagi saudara kita yang terkena bencana," ujarnya saat berbincang dengan TribunPadang.com, Selasa (8/3/2022).
Piter mengungkapkan ide untuk menggalang dana sembari pangkas rambut ini beranjak dari kesuksesan penggalangan yang dilakukan pihaknya untuk gempa Palu 2018 lalu.
Ketika itu ia berhasil mengumpulkan uang berjuta-juta yang bisa disalurkan secara langsung untuk mereka yang terdampak musibah.
Konsep penggalangan dananya pun tak begitu rumit. Piter menuturkan bagi yang ingin pangkas rambut cukup bayar sekilas.
"Nanti uang yang terkumpul akan kita belikan semuanya ke kebutuhan warga yang terdampak bencana, seperti konsumsi dan lain sebagainya," ungkap Piter.
Selain penggalangan dana bayar sekilas itu, Piter melanjutkan, pihaknya juga membuka open donasi bagi warga yang ingin memberikan bantuan secara langsung.
Dikatakan dia, bantuan berupa apapun akan diterima, baik itu pakaian bekas, mainan, makanan cepat saji, ataupun bantuan uang tunai.
Penggalangan dana ini dilangsungkan pihaknya selama dua hari yang sudah dimulai sejak Senin (7/3/2022) kemarin.
Hingga hari terakhir ini, pihaknya sudah mengumpulkan bantuan setidaknya Rp2 Juta lebih dan beberapa kantong pakaian bekas layak pakai.
Jumlah itu belum termasuk dengan jumlah hari ini.
"Untuk penyalurannya setelah ini, nanti kita akan cari hari pasnya. Uang tunai yang kita peroleh akan kita belikan semuanya ke barang," paparnya.
Piter menambahkan, setelah di Kota Bukittinggi ini, pekan depan pihaknya berencana melakukan di Payakumbuh. "Setelah ini rencananya kita lakukan lagi di Payakumbuh," ucapnya.
Marajut tali silaturahmi
Penggalangan dana yang dilakukan sekumpulan tukang pangkas dan barbershop ini tak hanya sekadar bakti amal, namun juga menjalin silaturahmi antar sesama profesi.
"Kita ini kan jauh-jauh, ada yang dari Payakumbuh juga, jadi acara ini sekaligus silaturahmi antara kami," terang Piter.
Ia menyebut, dengan adanya kegiatan seperti ini, pihaknya dapat berkumpul dan saling berbagi cerita dan bercanda gurau disela-sela kesibukan mencari nafkah.
"Kami ini sebenarnya sudah pada kenal, tapi untuk berkumpul seperti ini kami jarang karena kesibukan masing-masing, jadi sekaligus lah," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Pangkas-rambut-dengan-bayaran-seiklasnya-digelar.jpg)