Pasaman Barat

Diduga Tanam Puluhan Batang Ganja di Lahan Jagung, Polisi Ringkus, Seorang Pemuda Pasaman Barat

Seorang pemuda di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, Jumat (18/2/2022).

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Tim kepolisian meringkus AHM yang, diduga menanam puluhan batang ganja di lahan jagung miliknya di daerah Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman, Jumat (18/2/2022). 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Seorang pemuda di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, Jumat (18/2/2022) lalu.

Pasalnya, pria berinisial AMH (34), warga Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman itu kedapatan menanam pohon ganja di kebun jagung miliknya.

Kasat Resnarkoba Polres Pasaman Barat, AKP Eri Yanto mengatakan, sebanyak 41 batang pohon ganja setinggi satu meter diamankan pihaknya dari lahan milik AHM tersebut.

Selain itu, ada pula tiga batang ganja setinggi 20 sentimeter dan 44 media tanam polibag yang telah ditanami bibit ganja di lokasi yang sama.

"Dari hasil penggeledahan, kami juga menemukan biji ganja yang disimpan di dalam kotak plastik di lokasi," ujar Eri, Sabtu (19/2/2022) kemarin.

Baca juga: 25 Kilogram Ganja Kering Disita Polisi dari Seorang Pemuda di Padang Besi Kota Padang

Tim kepolisian meringkus AHM yang, diduga menanam puluhan batang ganja di lahan jagung miliknya di daerah Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman, Jumat (18/2/2022).
Tim kepolisian meringkus AHM yang, diduga menanam puluhan batang ganja di lahan jagung miliknya di daerah Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman, Jumat (18/2/2022). (ISTIMEWA)

Baca juga: Polresta Padang Amankan 25 Kilogram Ganja, Dibawa dari Panyabungan, Dua Pelaku DPO

Ia menuturkan, kasus ini mulanya terungkap dari laporan warga setempat yang menemukan sejumlah tanaman mirip ganja yang ditanam di dalam polibag.

Dari hasil penyelidikan, pihaknya pun memastikan bahwa tanaman itu adalah ganja. 

Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan beserta semua barang bukti ia diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk ditindak lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

AHM, kata Eri, bakal dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 111 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp800 juta paling banyak 8 milyar," sebut Eri mengakhiri. (TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved