Lakalantas Bus di Padang Panjang

Dishub Padang Panjang akan Keruk Underpass Flyover Penyebab Kecelakaan karena Tidak Sesuai Aturan

Dinas Perhubungan Kota Padang Panjang berencana akan mengeruk underpass flyover di kawasan Simpang Lapan Bukit Surunga, Kecamatan Padang Panjang Barat

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM/MUHAMMAD FUADI ZIKRI
Jembatan Layang atau flyover yang terletak di kawasan Bukit Surunga, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat ternyata telah sering ditabrak kendaraan. Padahal, di atas jembatan, diberi rambu-rambu peringatan bahwa lorong jembatan tersebut hanya dalat dilalui oleh kendaran yang tingginya kurang dari 2,2 meter. 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANG - Dinas Perhubungan Kota Padang Panjang berencana akan mengeruk underpass flyover di kawasan Simpang Lapan Bukit Surunga, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat.

Sebelumnya, underpass tersebut terjadi kecelakaan tunggal bus PT Sipirok Nauli asal Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/1/2022) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Akibat kecelakaan itu, bagian atas bus terpisah dengan bagian bawah bus.

Baca juga: Lokasi Kecelakaan Bus PT Sipirok Nauli Minim Penerangan, Jarak 300 Meter Tidak Ada Rambu Peringatan

Baca juga: Korban Luka Kecelakaan Bus di Fly Over Padang Panjang Dievakuasi ke RS

Sebanyak 17 penumpang, termasuk kernet dan sopir bus mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Panjang, Arkes Refagus mengatakan, pengerukan dilakukan agar underpass tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Underpass ini ketinggiannya hanya 2,2 meter, seharusnya 4,2 meter. Ini sudah menyalahi ketentuan yang berlaku," ungkapnya kepada TribunPadang.com, Senin kemarin.

Baca juga: Kurang dari 24 Jam Jasa Raharja Serahkan Santunan Ahli Waris Kecelakaan Muara Rapak Balikpapan

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Kereta Api vs Sepeda Motor, Humas KAI: Korban Datang dari Arah Jalan Raya 

Arkes menyebut, pengerjaan pengerukan itu akan dilakukan pihaknya secepatnya. Hal ini mengingat seringnya kecelakan serupa terjadi di lokasi itu.

"Karena ini adalah tanah milik PT KAI, maka untuk tahap awal kita akan berkoordinasi dulu dengan pihak KAI," sebutnya.

Untuk sementara, lanjut Arkes, pihaknya akan memasang palang peringatan dengan jarak 300 meter dari lokasi agar kendaraan yang tinggi tak lagi nyasar ke sana.

Baca juga: Sopir Bus Gagal Lewati Fly over di Padang Panjang, Diduga Sembunyi, Ini Data Identitas Buruan Polisi

Baca juga: Sopir Bus yang Menabrak Flyover di Padang Panjang Belum Ditemukan, Polisi Masih Lakukan Pencarian

Di badan flyover sendiri pihaknya akan memasang penerangan yang cukup dan juga lampu neon flex atau lampu kaber untuk memperjelas flyover.

"Kecelakaan kemarin menjadi evaluasi bagi kita ke depannya langkah-langkah ini kita lakukan agar kecelakaan ini tidak lagi terjadi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, satu unit bus mengalami rusak parah setelah menabrak flyover setinggi 2,2 meter di Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (30/1/2022) sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca juga: Bus Tabrak Fly Over di Padang Panjang Setinggi 2,2 Meter, Wako Fadly Amran: Itu Bukan Jalur Bus

Baca juga: Kondisi Terkini Bus Tabrak Flyover di Padang Panjang, Diamankan Polisi di Mapolres Padang Panjang

Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Simpang Lapan Bukit Surunga, Kecamatan Padang Panjang Barat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved