Murid SD di Padang Keracunan

Daftar Murid SDN 29 Gunung Sarik yang Diduga Keracunan Makanan Saat Jajan di Luar Pagar Sekolah

Ini daftar murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sarik yang diduga mengalami keracunan makanan saat jajan di sekolah, Selasa (11/1/2022).

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Anak-anak diperiksa di IGD RSUD Rasidin Padang 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Ini daftar murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sarik yang diduga mengalami keracunan makanan saat jajan di sekolah, Selasa (11/1/2022).

Kepala Sekolah SDN 29 Gunung Sarik, Fauzani, mengatakan bahwa ada sebanyak 30 murid diduga mengalami keracunan dan telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Padang.

Selain itu juga dilaporkan adanya orang tua, balita, dan seorang ibu hamil juga mengalami muntah-muntah diduga setelah menyantap jajanan bakso bakar di sekitar sekolah SDN 29 Gunung Sarik.

Baca juga: Murid SD di Padang Keracunan, Kepsek : Pedagangnya Baru Bertempat, Tinggal di Sekitar Sekolah

Baca juga: Sakit Perut dan Bolak Balik ke Toilet, Cerita Bocah SD Diduga Korban Keracunan Makanan di Padang

"Murid laki-laki ada sebanyak 15 orang dan murid perempuan juga sebanyak 15 orang," kata Fauzani.

Ini daftar nama murid laki-laki yang diduga keracunan makanan:

Berdasarkan data yang TribunPadang.com dapatkan, murid yang keracunan berasal dari berbagai kelas.

Murid laki-laki misalnya, paling banyak berasal dari kelas III, sebanyak 6 orang

Tiga orang di antaranya dari kelas IIIA dan tiga siswa kelas IIIB.

Selanjutnya kelas empat sebanyak empat orang. Tiga di antaranya kelas IVA dan satu kelas IV B. 

Baca juga: Ibu Hamil Balita dan Murid SD Korban Keracunan di Padang, 5 Warga Sekitar Sekolah Muntah dan Lemes

Baca juga: Penjual Bakso Bakar dan Barang Bukti Diamankan, Diduga Penyebab Keracunan Murid SDN 29 Gunung Sarik

Sisanya kelas IIB satu orang, VIB satu orang, kelas VB dua orang dan VA satu orang. 

Sementara murid perempuan, mulai dari kelas satu, hingga kelas enam, kecuali kelas tiga. 

Murid kelas 1 ada 2 orang. 

Murid kelas 2, dua orang.

Murid kelas 4, satu orang dan murid kelas 5 ada dua orang.

Sisanya delapan orang murid kelas enam. 

Sebelumnya diberitakan, SDN 29 Gn Sarik Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mendadak heboh. 

Pasalnya sebanyak 30 siswa diduga mengalami keracunan makanan yang dibeli di sekitar lingkungan sekolah.

Selain siswa, ada lima warga sekitar yang juga mengalami hal serupa termasuk balita dan ibu hamil.

Baca juga: Tim BPOM Padang Sambangi SDN 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Firdaus Umar : Lakukan Uji Sampel

Baca juga: Penjual Bakso Bakar dan Barang Bukti Diamankan, Diduga Penyebab Keracunan Murid SDN 29 Gunung Sarik

Novia Andini (13), siswa kelas VI turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Setelah mendapat penanganan medis, siswi yang akrab dipanggil Andin menceritakan detik-detik ia dan temannya muntah-muntah hingga dilarikan ke rumah sakit.

"Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, ketika para siswa sedang dalam proses pembelajaran," kata Andin yang saat ditanyai masih mengeluhkan sakit dibagian perutnya.

Sebelum proses pembelajaran dimulai, kata Andin, dirinya membeli jajanan di luar pagar sekolah.

Ia bersama teman-teman membeli jajanan kepada seorang pedagang yang baru saja berdagang di depan sekolah itu.

Baca juga: Baru 11 Korban Keracunan di Padang Pulang, Masih Ada yang Diobservasi karena Muntah Lebih 10 Kali

Baca juga: Kepala Puskesmas Belimbing sebut Ada 33 Murid SD di Padang yang Mengalami Keracunan Makanan

"Kami jajan pukul 07.00 WIB secara bergerombolan, jajan bakso bakar, masuk ke kelas langsung makan," ungkap Andin.

Andin mengungkapkan dirinya makan bakso bakar seperti biasanya. Dia saat itu beli Rp 2.000.

Bahkan bakso bakar itu dilahap hingga habis.

"Baksonya kenyal, terus pakai saos dan kecap. Cuma saos-nya enggak kayak biasa, seperti sudah kadaluarsa," ungkap Andin.

Besar dugaan Andin saos itulah yang bermasalah.

"Sekarang sudah enggak apa-apa, masih sakit perut sedikit, tadi juga dikasih obat. Awalnya saya rasakan pusing, mual, sama sakit perut lalu muntah," terang Andin.

Andin menuturkan, bahkan ia sempat bolak-balik ke toilet 3 kali.

"Bolak balik ke toilet, muntah, karena tidak kuat,  ya pulang, dikasih susu sachet biar berkurang, tetap saja muntah, dan kembali ke sekolah baru ke rumah sakit," jelas Andin.

Erlinda, orang tua siswa SDN 29 Gn Sarik mengatakan terkejut mengetahui anaknya diduga keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibeli di luar pagar sekolah.

Akhirnya ia langsung menyusul anaknya ke sekolah dan ikut mengantar ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Mendengar anak diduga keracunan, jantung saya tiba-tiba berdegup kencang dan tak beraturan tanpa sebab. Badan saya juga lemas," tutur Erlinda.

Ia mengungkapkan, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya orang tua untuk selalu mengawasi makanan yang dikonsumsi buah hatinya. 

Pihak sekolah juga harus betul-betul teliti dalam mengawasi siswa-siswanya mengkonsumsi makanan yang dibeli dari luar sekolah. 

Karena, saat waktu sekolah, tanggungjawab mengawasi siswa ada pada pihak sekolah.

"Kapan perlu nanti kita akan sediakan bekal lagi untuk anak-anak. Kalau kejadiannya sudah seperti ini, sama sekali tidak diizinkan lagi anak jajan di luar. Jajanan di luar tidak sehat," tutup Erlinda. 

Orang Tua Cemas

"Pas dengar anak muntah-muntah dan dibawa ke rumah sakit, saya langsung ke lokasi,"

Kalimat itu terlontar dari mulut Eno, orang tua murid SDN 29 Gunung Sarik, Kuranji Kota Padang.

Anaknya menjadi satu dari sekitar 20 murid yang diduga keracunan makanan.

Baca juga: Puskesmas Belimbing Lakukan Uji Labor Makanan Diduga Penyebab Keracunan Puluhan Murid SD di Padang

Baca juga: Eno Orangtua Murid SD Gunung Sarik Padang Terkejut saat Tahu Anaknya Keracunan Makanan

Saat ditemui TribunPadang.com di  RSUD Rasidin Kota Padang, Selasa (11/1/2022), Eno masih tertegun dan berkaca-kaca. 

Perempuan yang mengenakan kerudung kuning itu juga tampak cemas.

"Iya cemas, terkejut dan gelisah," kata Eno.

Kini Eno tengah menunggu anaknya yang sedang berada di ruang perawatan akibat keracunan makanan.

Eno mengaku baru mendapat kabar anaknya korban keracunan dan harus masuk rumah sakit sekitar pukul 09.30 WIB.

"Pas dengar anak muntah-muntah dan dibawa ke rumah sakit, saya langsung ke lokasi," ujar Eno.

Baca juga: Puluhan Murid SD di Padang Keracunan Makanan, Korban Diinfus dan Terbaring Lemas di RSUD Rasidin

Baca juga: Orangtua Murid SDN 29 Gunung Sarik Kota Padang, Ngaku Cemaskan Anaknya, Sempat tidak Sadarkan Diri

Anak Eno baru berusia 7 tahun.

Saat ini anaknya tengah menduduki bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Ia berharap anaknya sehat dulu dan tenang.

"Pukul 07.00 WIB diantar ke sekolah, tiba-tiba dapat kabar, katanya keracunan karena beli bakso bakar," tutur Eno menambahkan.

Saat ini, kata Eno anaknya tengah di tangani dokter yang ada di RSUD Rasidin.

"Semoga kondisinya baik-baik saja, tadi sih sudah bisa duduk," jelas Eno. 

Sebanyak 20 orang siswa SDN 29 Gn Sarik, Kota Padang diduga keracunan makanan.

Para korban itu diduga keracunan seusai menyantap makanan di depan halaman sekolah.

"Pagi-pagi mereka sudah jajan, beli bakso bakar depan sekolah," kata Kepala Sekolah SDN 29 Gn Sarik, Fauzani, Selasa (11/1/2022).

Menurut Fauzani, sekitar pukul 09.00 WIB ada satu orang anak yang pusing dan mual.

"Kami duga cuma pusing-pusing biasa, tapi tiba-tiba ada anak-anak lain yang mengeluhkan hal yang sama dan muntah," tutur Fauzani.

Setelah bertanya, barulah anak-anak mengakui mereka usai menyantap makanan di depan sekolah.

"Kebetulan baru sehari tadi pedagang itu berjualan," ungkap Fauzani.

Fauzani menambahkan, setelah pihak sekolah menghubungi pihak puskesmas lalu diarahkan ke RSUD Rasidin Kota Padang.

"Anak-anak sadar semua, cuma pusing dan mual. Dan ada yang sehat dan sudah dibawa orangtua ke rumah," terangnya. 

Sebelumnya diberitakan puluhan anak diduga mengalami keracunan makanan di luar sekolah sehingga ada yang diinfus di rumah sakit, Selasa (11/1/2022).

Murid ini berasal dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga: Update Murid SD di Padang Keracunan, Kepala Sekolah: Mereka Beli, Bakso Bakar di Depan Sekolah

Baca juga: BREAKING NEWS : 20 Murid SDN 29 Gunung Sarik Keracunan, Diduga Akibat Jajan di Luar Pagar Sekolah

Pantauan TribunPadang.com terlihat para orang tua menunggu kondisinya di luar Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Rasidin Padang.

Sedangkan para murid yang diduga keracunan terlihat dalam kondisi lemas terbaring di dalam ruangan IGD.

Selain itu bahkan ada anak-anak yang diinfus dalam kondisi sadar, tapi terlihat lemah dan dijaga salah satu keluarga.

Baca juga: Tak Cuma di Sumut, 9 Warga Bokong NTT juga Keracunan Daging Babi, Diduga Dikirim dari Kupang

Baca juga: Baru Kemarin Keracunan Anjing, Kini Giliran 83 Jemaat Gereja di Sumut Keracunan Daging Babi

Baca juga: 32 Warga Sumut Keracunan Daging Anjing, Pemilik Sebut Ternaknya Sering Buru Babi dan Galak

Hal itu dikarenakan petugas keamanan hanya memperbolehkan satu orang saja menemani siswa ini.

Sebelumnya, orang tua sebut anaknya keracunan makanan hingga tak sadarkan diri di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (11/1/2022).

Keracunan makanan ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar.

Baca juga: Orangtua Murid SDN 29 Gunung Sarik Kota Padang, Ngaku Cemaskan Anaknya, Sempat tidak Sadarkan Diri

Salah seorang orang tua bernama Zamlius (58) mengaku cemas dengan kondisi anaknya.

Ia yang bekerja sebagai buruh harian lepas sehari-hari mendapatkan kabar bahhasanya putrinya keracunan makanan.

"Saya baru dapat kabar sebentar ini, sekitar pukul 11.00 WIB tadi," kata Zamlius (58).

Baca juga: Harimau Masuk Perangkap Ternyata Sudah Dilakukan Penggiringan Selama 40 Hari Agar Kembali ke Hutan

Warga Lolo Gunung Sarik ini mengaku setelah mendapat kabar langsung ke rumah sakit RSUD dr Rasidin Padang.

"Kabar yang saya dapatkan, anak saya keracunan akibat memakan bakso," katanya.

Ia mengatakan, anaknya yang bermama Nofia Andini berumur 13 tahum bersekolah di SDN 29 Lolo Gunung Sarik.

"Tadi muntah-muntah dan sekrang di infus. Tadi sempat tidak sadar dan sekrang dia meminta untuk dibelikan roti," katanya.

Mepihat putrinya yang sempat tidak sadarkan diri, Zamlius langsung membelilan roti yang diminta anaknya.

"Saat ini anak saya berada di bangku kelas 6 Sekolah Dasar," katanya. (*)
 

 

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved