JAWABAN: Informasi Penting dari Teks "Kakek Penyelamat Lingkungan Tanpa Pamrih"
Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 5 kelas 4 SD halaman 132 dan 133 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 6.
TRIBUNPADANG.COM - Simak pembahasan soal dan kunci jawaban tema 5 kelas 4 SD halaman 132 dan 133 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 6.
Jawaban pada artikel ini dapat digunakan orang tua sebagai pedoman untuk mengawasi anak belajar di rumah.
Para siswa diharap dapat menjawab dengan jawabannya sendiri terlebih dahulu.
Kemudian gunakan jawaban pada artikel ini untuk mengoreksi.
Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tema 5 Kelas 4 Halaman 89 90 91: Peta Pikiran Tentang Ir. Soekarno
Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tema 5 Kelas 4 Halaman 85 86 87 Buku Tematik Subtema 2 Pembelajaran 5
Berikut Kunci Jawaban Buku Tema 5 Kelas 4 Halaman 132 dan 133:
Ayo Membaca
Baca teks berikut dalam hati!
Setiap orang bisa menjadi pahlawan, asalkan dia melakukan hal-hal yang berguna untuk lingkungannya.
Apakah sikap yang dimiliki sosok di bawah ini mencerminkan sikap kepahlawanan?
Kakek Penyelamat Lingkungan Tanpa Pamrih
Berbuat baik tidak harus menunggu kaya. Itulah falsafah hidup seorang pria 65 tahun yang tinggal di Sumedang, Jawa Barat. Dengan ketekunan dan kesederhanaan, sang kakek mampu mengubah lahan yang tandus di kaki Gunung Tampomas menjadi lahan hijau.
Kaki Gunung Tampomas dulunya hanyalah padang tandus yang rusak karena penambangan pasir. Setelah pasir habis ditambang, tempat tersebut ditinggal begitu saja kering dan gersang. Tidak ada yang bertanggung jawab. Tidak ada yang dikenai sanksi karena kerusakan ekosistem ini.
Duha Juhaeri menjadi penyelamat lahan yang rusak. Selama 26 tahun tanpa dibayar, tanpa pamrih, terus berupaya supaya lahan kering menjadi hijau. Usaha kakek ini tidak sia-sia. Kini puluhan petani dan peternak menggantungkan hidup dari jerih payah Juhaeri.
Karena itu ketekunannya pula, sang kakek rajin ini berhasil menjadi peternak. Namun, Juhaeri bukanlah tipe orang egois. Ketika berhasil, dia membagi kebahagiaan itu kepada penduduk sekitar untuk diajak menjadi peternak.
Kini Kakek Juhaeri menuai kebahagiaan dari benih kebaikan yang ditabur. Hanya dengan upaya sederhana, Juhaeri ternyata mampu mengubah dari tiada menjadi ada. Dari kerusakan menjadi keteduhan. Untuk berbuat baik, perlu usaha yang tiada henti.(JUM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/tematik-20-10-21-7.jpg)