Breaking News:

Harimau Mati Terjerat di Riau, BKSDA Sumbar Langsung Peringatkan Warga: Ancamannya 5 Tahun Penjara

Seekor harimau sumatera (panthera tigris suamtrae) berjenis kelamin betina ditemukan mati terjerat di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Tim medis Balai Besar KSDA Riau melakukan nekropsi harimau sumatera yang mati, di Kantor Balai Besar KSDA Riau, Minggu (17/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seekor harimau sumatera (panthera tigris suamtrae) berjenis kelamin betina ditemukan mati terjerat di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) pun mengingatkan warga untuk tidak memasang jerat di hutan.

Sebab, pemasang jerat bida dihukum jika yang menjerat satwa dilindungi.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram, Kini Dibuka dengan Kapasitas Penuh

Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, diketahui adanya seekor adanya seekor harimau sumatera mati di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Minggu (17/10/2021).

Harimau sumatera ditemukan mati di areal Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) berupa areal perladangan warga dan berjarak tegak lurus kurang lebih 21,85 km dari kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu.

Harimau berjenis kelamin betina ini mati dengan kondisi kaki kiri depan terjerat jenis jerat seling.

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, menimbau warga agar tidak memasang jerat agar tidak melukai satwa liar dilindungi.

Baca juga: Penanganan 3 Ekor Harimau Sumatera yang Muncul di Solok Selatan Tuntas, Tak Ditemukan Jejak Baru

"Imbauan dari BKSDA Sumbar agar masyarakat jangan memasang jerat. Siapa yang memasang jerat akan ditangkap sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990," kata Ardi Andono.

"Untuk ancamannya 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk pengawasan terkait jerat ini sudah dilakukan kegiatan patroli bersama masyarakat sekitar.

Dikatakannya, untuk Sumatera Barat masyarakat yang memasang jerat rata-rata berlokasi di luar kawasan konservasi.

"Sampai saat ini belum ada di Sumbar diamankan dalam kasus jerat ini. Namun, untuk masyarakat yang membuat satwa dilindungi terkena jerat akan tetap dihukum," katanya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved