Breaking News:

Warga di Sumbar Serahkan Opsetan Harimau dan Cenderawasih, BKSDA Sumbar: Sukarela dan Sudah Sadar

Warga yang belum diketahui namanya itu menyerahkan opsetan berupa satu ekor harimau sumatera dan satu ekor cenderawasih kepada BKSDA Sumbar

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
BKSDA Sumbar
BKSDA Sumbar terima opsetan harimau dan cenderawasih. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menerima satwa yang diawetkan (opsetan) jenis harimau sumatera dan cenderawasih.

Warga yang belum diketahui namanya itu menyerahkan opsetan berupa satu ekor harimau sumatera dan satu ekor cenderawasih kepada BKSDA Sumbar, Senin (4/10/2021).

Opsetan itu diserahkan ke Dinas Kehutanan yang selanjutnya diterima oleh Balai KSDA Sumatera Barat.

Kegiatan menyimpan opsetan ini bisa dikenakan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Baca juga: Macan Dahan Penuh Luka Ditemukan di Pasaman, BKSDA: Diduga akibat Perkelahian Sesama Macan Dahan

Baca juga: Warga Sebut Lihat 3 Ekor Harimau Sumatera di Solok Selatan, BKSDA Persiapkan 9 Kamera Trap

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan masyarakat menyerahkan secara sukarela.

“Semoga penyerahan ini diikuti oleh masyarakat Sumatera Barat yang lain dan tidak membeli baik hidup atau bagian bagiannya," kata Ardi Andono, Rabu (6/10/2021).

Ia berterima kasih kepada Kepala Dinas Kehutanan yang telah membantu warga yang sadar berharap diikuti oleh para pejabat publik yang lainnya.

Disebutkannya, perdagangan satwa liar merupakan mata rantai rumit antara pemburu, penjual, dan konsumen.

Namun, Ardi Andono enggan memberikan informasi terkait siapa warga yang menyerahkan dan lokasinya melalui pesan WhatsApp.

Selain itu, Ardi Andono juga tidak menjawab saat ditanyakan sudah berapa lama opsetan ini disimpan masyarakat tersebut.

Baca juga: Warga Sebut Lihat 3 Ekor Harimau Sumatera di Solok Selatan, BKSDA Persiapkan 9 Kamera Trap

Baca juga: Warga Solok Selatan Melihat Kemunculan Harimau Sumatera, BKSDA Sumbar Turun Melakukan Pengecekan

"Sukarela dan sudah sadar. Saya pikir ini momen baik agar yang lain juga tidak memelihara opsetan," kata Ardi Andono.

Saat ditanyakan di mana lokasinya, Ardi Andono hanya menyebutkan di Provinsi Sumatera Barat saja.

"Sumbar aja. Sumbar. Ambil positifnya" katanya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved