Pemateri Jitu Pasna Sumbar: Keterlibatan Masyarakat Penting dalam Pendataan Pascabencana

Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pendataan pascabenca, guna mempercepat penanganan dan pemulihan.

Editor: Saridal Maijar
Istimewa
R Hutomo, Pemateri Jitu Pasna Sumbar 2021 dari Pusdiklat PB BNPB. 

"Sejak 2018 sudah ada 42 angkatan yang dilatih dengan total 960 desa dan nagari dari sekitar 1.400 desa dan nagari yang ada di Sumbar. Secara bertahap kita targetkan di setiap desa dan nagari itu sudah ada yang memahami Jitu Pasna ini," jelasnya.

Baca juga: Sempat Terkendala Biaya saat TC Intensif, Tim Sepak Takraw Sumbar Fokus Tatap PON Papua 2021

Ia mengatakan, hasil dari pelatihan ini bukan melahirkan orang-orang yang melakukan evakuasi saat bencana tetapi menciptakan perangkat nagari dan desa yang bisa menghitung data dampak bencana.

Pada 2021, direncanakan ada delapan angkatan yang dilatih. Masing-masing angkatan melibatkan sebanyak 120 peserta yang terdiri dari perangkat nagari, desa, KSB dan unsur media.

"Pemahaman cara penghitungan cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana dalam input data sangat penting, terutama bagi pemerintah dalam penyaluran bantuan."

"Banyak kesalahan terjadi ketika penanggulangan bencana karena data yang tidak valid bahkan ada data yang sudah dimanipulasi," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved