Perbedaan Kecapi dengan Sasando dan Kolintang dengan Angklung
Sasando dan kecapi sama-sama alat musik tradisional Indonesia. Keduanya memiliki dawai dan dimainkan dengan dipetik.
TRIBUNPADANG.COM - Sasando dan kecapi sama-sama alat musik tradisional Indonesia. Keduanya memiliki dawai dan dimainkan dengan dipetik.
Namun keduanya juga memiliki perbedaan penting.
Simak perbedaan Kecapi dengan Sasando:
1. Daerah asal: Kecapi berasal dari suku Sunda (Provinsi Jawa Barat dan Banten), sementara Sasando berasal dari Pulau Rote di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
2. Jumlah senar atau dawai. Kecapi memiliki dawai sejumlah 15 dawai pada jenis Kecapi Rincik, dan 18 atau 20 dawai untuk jenis Kecapi Indung.
Baca juga: Hal Positif yang Bisa Diperoleh dari Kerja Kelompok dan Tantangan yang Muncul
Baca juga: Apa Sajakah yang Dapat Kamu Temui di Pasar? Jawaban Tema 3 Kelas 5 Halaman 58
Jumlah dawai pada sasando berbeda sesuai jenisnya.
Jenis-jenis sasando tersebut adalah: Sasando Engkel (28 dawai), Sasando Dobel (56 dawai, 84 dawai).
Sasando Gong atau Sasando Haik (7 dawai, 11 dawai), dan Sasando biola (30 dawai, 32 dawai, 36 dawai).
3. Bahan tabung resonansi.
Kecapi memiliki tabung resonansi di bagian bawah dawai yang terbuat dari kayu, terutama kayu sentul.
Sementara sasando memiliki tabung bambu tempat memasang dawai sasando dan pelengkap resonansi yang terbuat dari daun lontar.
Daun lontar ini disusun berbentuk setengah bola di belakang dawai, dan dapat dilipat ketika sasando hendak disimpan.
4. Cara memetik.
Kecapi dimainkan dengan meletakkan kecapi di meja atau lantai.
Kemudian pemain kecapi akan memetik dawi keciapi dengan jari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kunci-jawaban-tema-3-kelas-5-buku-tematik-cover.jpg)