20 Pipa PDAM Padang Putus akibat Banjir Lalu, Perbaikan Masih Berlangsung, Harap Warga Sabar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang sudah memetakan daerah-daerah rawan banjir.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebanyak 20 pipa PDAM Kota Padang putus akibat banjir bandang 2 pekan lalu.
Banjir tersebut terjadi pada Kamis (19/8/2021) setelah Kota Padang diguyur hujan sejak sore Rabu (18/8/2021).
Akibat dari banjir tersebut, membuat 20 pipa saluran air PDAM Kota Padang putus setelah diterjang banjir.
Baca juga: BPBD Padang Turunkan Tim Survei, Telusuri Penyebab Bencana Banjir di Koto Tangah
Seluruh pipa tersebut mayoritas terletak di kawasan Lubuk Minturun.
Pipa dari Lubuk Minturun tersebut biasanya mengaliri air di daerah bagian Utara Kota Padang.
Sehingga sejak banyaknya pipa putus tersebut warga di Lubuk Buaya, Koto Tangah, Tunggul Hitam dan sekitarnya tidak bisa mendapatkan akses air dari PDAM.
Humas PDAM Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus melakukan perbaikan.
Baca juga: Pipa PDAM Padang Tersumbat, Berdampak ke Konsumen di Lubuk Buaya hingga Tunggul Hitam
"Banjir bandang 2 pekan lalu itu membuat 20 pipa kita putus, namun sampai sekarang masih melakukan perbaikan," terang Adhie saat dihubungi Rabu (1/9/2021).
Ia membeberkan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan pengerjaan pipa tersebut selesai.
"Estimasi waktu perbaikan pipa belum bisa kita pastikan, karena kalau kita estimasikan nantinya cuaca tidak bersahabat tentu pengerjaan akan kembali diundur," tukasnya.
Adhie berharap, semoga para konsumen PDAM Kota Padang bisa mengerti dengan situasi yang sedang PDAM atasi.
Baca juga: Gadis di Pariaman Sakit Setelah Divaksin, Kepala RS Sadikin Belum Bisa Memastikan Penyebabnya
Selanjutnya ia membeberkan bahwa kebanyakan pipa putus tersebut berada di dasar sungai sehingga pihak PDAM butuh waktu untuk memperbaiki semuanya.
"Namun kita sudah bantu para konsumen melalui air bersih dengan mobil tangki sejak 20 pipa itu putus," terangnya.
Sampai sekarang air bersih dengan mobil tangki itu masih beroperasi di sekitaran daerah Lubuk Buaya, Koto Tangah dan Tunggul Hitam.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih akan kita upayakan dengan mobil tangki tersebut," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/pemeriksaan-terhadap-20-pipa-pdam-yang-putus.jpg)