Sampah Infeksius Covid-19 di Padang Meningkat, DLH: Bisa 500 Kardus Sekali Angkut

Peningkatan ini mengingat jumlah warga Padang yang terpapar Covid-19 sebulan terakhir tinggi dibanding bulan sebelumnya.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
Tribun Jabar/Zelphi
Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon mengaku sampah infeksius di tempat karantina dan laboratorium Kota Padang mengalami peningkatan.

Peningkatan ini mengingat jumlah warga Padang yang terpapar Covid-19 sebulan terakhir tinggi dibanding bulan sebelumnya.

Menurutnya, sepanjang bulan Juli dan Agustus ini, jumlah sampah infeksius mencapai 6.441 kardus.

Sampah ini diangkat dari tempat karantina Rumah Nelayan di Koto Tangah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Unand. 

Baca juga: Identitas Mayat yang Ditemukan di Pantai Mentawai Masih Misteri, Korban Pakai Celana Pendek Coklat

"Sedangkan bulan sebelumnya, Mei dan Juni, jumlah sampah infeksius Covid-19 hanya sebanyak 5.594 kardus," kata Mairizon, Senin (16/8/2021).

Mairizon mengatakan, sampah tersebut diangkut dengan mobil boks, yang datang dua kali seminggu ke dua lokasi.

"Kita gunakan satu mobil boks yang datang dua kali seminggu ke Rumah Nelayan dan Laboratorium Unand," ungkapnya.

Bulan Juli dan Agustus ini, jumlah sampah mencapai 500 kardus sekali angkut.

Sedangkan bulan sebelumnya, rata-rata jumlah sampah yang diangkut hanya 400-an kardus  sekali angkut. 

Baca juga: Pendakian Gunung Marapi Ditutup untuk Kegiatan 17 Agustus 2021, Wisata Alam hingga Petualangan

Seluruh sampah tersebut kemudian dibakar di Kiln milik PT Semen Padang

Sementara, sampah bagi warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah dibakar di lokasi secara terkendali. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved