Sampah Infeksius Covid-19 di Padang Meningkat, DLH: Bisa 500 Kardus Sekali Angkut
Peningkatan ini mengingat jumlah warga Padang yang terpapar Covid-19 sebulan terakhir tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon mengaku sampah infeksius di tempat karantina dan laboratorium Kota Padang mengalami peningkatan.
Peningkatan ini mengingat jumlah warga Padang yang terpapar Covid-19 sebulan terakhir tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Menurutnya, sepanjang bulan Juli dan Agustus ini, jumlah sampah infeksius mencapai 6.441 kardus.
Sampah ini diangkat dari tempat karantina Rumah Nelayan di Koto Tangah dan Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Unand.
Baca juga: Identitas Mayat yang Ditemukan di Pantai Mentawai Masih Misteri, Korban Pakai Celana Pendek Coklat
"Sedangkan bulan sebelumnya, Mei dan Juni, jumlah sampah infeksius Covid-19 hanya sebanyak 5.594 kardus," kata Mairizon, Senin (16/8/2021).
Mairizon mengatakan, sampah tersebut diangkut dengan mobil boks, yang datang dua kali seminggu ke dua lokasi.
"Kita gunakan satu mobil boks yang datang dua kali seminggu ke Rumah Nelayan dan Laboratorium Unand," ungkapnya.
Bulan Juli dan Agustus ini, jumlah sampah mencapai 500 kardus sekali angkut.
Sedangkan bulan sebelumnya, rata-rata jumlah sampah yang diangkut hanya 400-an kardus sekali angkut.
Baca juga: Pendakian Gunung Marapi Ditutup untuk Kegiatan 17 Agustus 2021, Wisata Alam hingga Petualangan
Seluruh sampah tersebut kemudian dibakar di Kiln milik PT Semen Padang.
Sementara, sampah bagi warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah dibakar di lokasi secara terkendali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/corona-covid-19-antigen-swab.jpg)