Mengenal Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor serta Contoh Lagu Daerah yang Menggunakannya
Musik terdiri dari 2 jenis tangga nada yaitu diatonis dan pentatonis, terlebih dahulu pada artikel ini akan membahas tangga nada diatonis.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Musik terdiri dari 2 jenis tangga nada yaitu diatonis dan pentatonis, terlebih dahulu pada artikel ini akan membahas tangga nada diatonis.
Mendengar musik sudah hampir menjadi sebuah rutinitas sehari-hari bagi manusia, entah itu disengaja ataupun tidak namun kenapa musik menjadi begitu enak didengarkan?
Hal yang mendasari itu terjadi karena adanya tangga nada menyertai alunan music tersebut sehingga musik terdengar menjadi indah.
Tangga nada merupakan unsur pembentuk musik agar terdengar lebih indah.
Dalam dunia musik, ada dua jenis tangga nada, yakni tangga nada diatonis dan pentatonis.
Kemudian, tangga nada diatonis terbagi lagi menjadi mayor dan minor.
Tangga nada diatonis minor atau tangga nada minor merupakan tangga nada bernuansa sedih dan melankolis.
Tangga nada minor sering dipakai dalam lagu-lagu dengan alunan musik yang terdengar sedih.
Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor
- Bersifat sedih
- Kurang bersemangat
- Dimulai dan diakhiri dengan nada la atau A
- Pola interval atau jaraknya adalah 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1
Contoh dari tangga nada ini adalah A minor, yakni terdiri dari la, si, do, re, mi, fa, sol, dan la.
Contoh lagu daerah tangga nada diatonis minor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-musik-lagu-tangga-nada.jpg)