Wali Nagari di Padang Pariaman Ditangkap Polisi, Diduga Menggelapkan Dana Yayasan Rp 72 Juta

Wali Nagari Sikucur Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Rafi'i ditahan pihak kepolisian terkait dugaan penggelapan dana

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Saridal Maijar
IST/Polres Pariaman
Wali Nagari Sikucur Barat Rafi’i saat ditahan di Mapolres Kota Pariaman. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Seorang Wali Nagari Sikucur Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Rafi'i ditahan pihak kepolisian terkait dugaan penggelapan dana Yayasan Arisal Azis.

Kapolsek V Koto Kampuang Dalam, AKP Kasman membenarkan penangkapan terhadap Wali Nagari Sikucur Barat, tersebut.

"Penangkapan terhadap tersangka menyangkut dugaan penggelapan uang Yayasan Arisal Azis di Korong Alahan Tabek dan Korong Durian Angek," kata dia.

Baca juga: Gempa M 6,0 Guncang Kota Mukomuko Bengkulu, BMKG sebut Getaran Dirasakan hingga Padang dan Pariaman

AKP Kasman mengatakan, sedianya sejumlah uang yang digunakan diperuntukkan untuk beli tanah, sudah tiga tahun hingga sekarang tidak ada kejelasan.

Tersangka diduga menggelapkan uang sebanyak Rp 72 juta dari total Rp 500 juta uang yang dikuasakan.

"Kemudian laporan pertanggungjawaban keuangannya juga tidak jelas, sehingga dewan pimpinan Arizal Azis, melaporkan atas kerugian sejumlah uang tersebut," tambah dia.

AKP Kasman mengatakan, bahwa laporan diterima pihaknya pada tanggal 30 Maret 2021.

Baca juga: 546 Orang Pelamar CPNS 2021 Kota Pariaman Tidak Lolos Seleksi Administrasi

Terkait dugaan penggelapan dana tersebut, tersangka diduga lakukan tindakan pidana pada pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara.

Selanjutnya, pada hari Senin (2/8/2021) malam tersangka diangkut dan ditahan di Mapolres Kota Pariaman.

Sementara itu, kuasa hukum Rafi'i, Suspida Lastri mengungkapkan sudah memasukkan gugatan perdata terhadap kasus tersebut.

"Kami selaku kuasa hukum dari Rafi’i, pada dasarnya sudah memasukkan gugatan perdata untuk melakukan pembelaan, karena ini dalam taraf proses di kepolisian, jadi memang sudah dilakukan perintah penahanan terhadap klien kami, yang mana sudah ditahan hari ini," ujar Suspida saat dijumpai wartawan Senin (2/8/2021) malam di Mapolres Pariaman.

Baca juga: Semalaman Terombang-ambing di Tengah Laut, Nelayan Pariaman: Teringat Anak Istri dan Keluarga

Suspida mengatakan, sudah mengkonfirmasi kepada kliennya dan juga kepada masyarakat yang merasa dirugikan.

"Diduga penggelapan dana sebanyak Rp 72 juta, tapi setelah kami konfirmasi kepada klien, dan juga masyarakat yang dirugikan, ada semacam pernyataan yang telah dibikin masyarakat, bahwa uang yang telah transfer sebanyak Rp 500 juta tersebut dibayarkan berdasarkan kwitansi, kita akan buktikan nanti di pengadilan," imbuh dia.

Terakhir kata dia, pihaknya akan berupaya untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap Rafi’i. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved