Breaking News:

Masih Tinggi, Kasus Corona Sumbar Tembus 1.664 Sehari, Ini Respon Jubir Covid-19 Jasman Rizal

Kasus harian Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mengalami peningkatan. Bahkan berdasarkan laporan 1 Agustus 2021 dari 7.380 sampel ya

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Pixabay
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kasus harian Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mengalami peningkatan.

Bahkan berdasarkan laporan 1 Agustus 2021 dari 7.380 sampel yang diperiksa, ditemukan 1.664 kasus positif baru.

"Jumlah itu didapat dari 4.977 orang yang diperiksa, ditemukan positif baru 1.664 dengan positivity rate (PR) 33,43 persen," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal, Senin (2/8/2021).

Jasman Rizal tidak mempermasalahkan adanya penambahan kasus Covid-19 sebanyak itu.

Menurutnya, penambahan angka sebanyak itu sudah sering di Sumbar.

Baca juga: Kasus Corona Sumbar Bertambah 718 Orang Minggu 1 Agustus, Total Sudah 71.587 Warga Terinfeksi

Baca juga: Kasus Corona Harian di Sumbar Tembus 1.036 Orang, Sudah 69.110 Warga Terinfeksi Covid-19

Baca juga: Tambah 614 Kasus Corona Sumbar, Sudah 66.317 Warga Terinfeksi Covid-19, Total 1.408 Meninggal Dunia

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar: Tambah 752 Kasus, Padang Penyumbang Terbanyak, Total 65.703 Warga Terinfeksi

Baca juga: Update Corona di Sumbar, Rabu 21 Juli 2021: Tambah 539 Kasus, Kini Sudah 65.153 Warga Terinfeksi

"Tapi bukan jumlah angka penambahan kasus yang kita lihat, tapi PR-nya, sebanyak 1.664 itu hasil dari 7.380 sampel yang diperiksa, kalau PR-nya belum terlalu tinggi, pernah PR 43 persen, itu yang berbahaya," sebut Jasman Rizal.

Menurut Jasman tingginya angka penambahan kasus di Sumbar itu karena hasil tracking dan tracing.

Dirinya bersyukur banyak yang ditemukan kasus positif baru artinya penanganan Covid-19  untuk memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar cepat. 

"Bayangkan kalau seandainya tidak dilakukan tracking dan tracing, apa yang terjadi? Kami berharap masyarakat prokesnya semakin ketat," jelas Jasman. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved