Breaking News:

Kebakaran Lahan di Kabupaten 50 Kota, Petugas Damkar Sebut Ada Titik yang Sulit Dijangkau

Seluas setengah hektar lahan terbakar di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Kepala Dinas Kebakaran Lima Puluh Kota, Alvian, saat dihu

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Dok Damkar Kabupaten 50 Kota
Petugas Damkar pada saat memadamkan api di lahan perbukitan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (25/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seluas setengah hektar lahan terbakar di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Dinas Kebakaran Lima Puluh Kota, Alvian, saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan kebakaran terjadi pada Minggu (25/7/2021), kemarin.

Ia mengatakan, kebakaran ini terjadi tepatnya di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.

Baca juga: Tinggal di Warung Ukuran 3x4 Meter, Korban Kebakaran di Ampera Dibantu Semen Padang

Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Sungai Limau Padang Pariaman yang Tewaskan Satu Penghuni

"Objek yang terbakar adalah lahan perbukitan, kita berangkat pukul 17.00 WIB dan kembali pukul 21.00 WIB," kata Alvian, Senin (26/7/2021).

Ia menyebutkan, armada yang diturunkan terdiri dari Pos Harau, Pos Mungka, dan dibantu petugas PBBD.

Kata dia, beruntung kejadian kebakaran lahan perbukitan ini jauh dari pemukiman masyarakat.

Baca juga: Kebakaran Rumah Warga di Sungai Limau Padang Pariaman, Polisi Duga Akibat Korsleting Listrik

Baca juga: Kebakaran Rumah di Sungai Limau Padang Pariaman, Seorang Kakek Penghuni Ditemukan Tewas di Kamar

Baca juga: Damkar Turunkan 6 Armada Padamkan Kebakaran Rumah di Seberang Padang, Beruntung Tak Ada Korban

"Untuk kesulitan prinsipnya tidak ada, tapi ada titik kebakaran yang kurang terjangkau tembakan air mobil pemadam kita," katanya.

Ia mengimbau, kepada warga untuk tetap waspada untuk melakukan hal-hal yang bisa memicu munculnya api atau kebakaran.

"Khusus untuk lahan jangan sampai memakai metode pembakaran untuk membersihkan lahan atau ladangnya yang membuat api membesar dan tidak bisa dikendalikan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved