Breaking News:

Berita Pemko Pariaman

Tingkatkan Populasi Sapi dan Kerbau, DP3 Kota Pariaman Lakukan Pengawasan Rutin

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Pariaman melakukan kegiatan rutin untuk pencegahan pemotongan sapi atau kerbau

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.DISKOMINFO PARIAMAN
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Dasril sedang memantau da mengawasi hewan ternak. Kamis (15/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Pariaman melakukan kegiatan rutin untuk pencegahan pemotongan sapi atau kerbau betina produktif.

Kegiatan tersebut dilakukan DP3 melalui Bidang Peternakan dan kesehatan hewan guna meningkatkan populasi ternak sapi dan kerbau.

Kepala DP3 Kota Pariaman, Dasril mengemukakan kegiatan pemantauan tersebut dilakukan setiap hari oleh DP3 Kota Pariaman, melalui tim yang telah dibentuk dengan tujuan agar bisa menyelamatkan produksi-produksi sapi betina yang masih produktif.

"Kegiatan itu dimaksudkan untuk menjaga jumlah populasinya, serta menjaga ketersediaan sapi potong," ujar Dasril Kepala DP3 Kota Pariaman, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Kunjungi Kota Pariaman, DPRD Pasaman Barat Belajar Membuat Naskah Akademik Ranperda

Baca juga: Duta Covid-19 Kota Pariaman Dikukuhkan, Wawako Mardison Beri Apresiasi

Ia mengatakan bahwa Pemantauan dan pengawasan tersebut dilakukan setiap harinya di Rumah Potong Hewan (RPH).

"Dan juga untuk Tempat Potong Hewan pribadi milik masyarakat juga kami lakukan pemantauan, tetapi hal ini tidak setiap hari kami lakukan, biasanya dalam seminggu itu ada paling kurang dua kali," kata Dasril.

Larangan pemotongan ternak betina produktif didasarkan pada Undang-Undang No.41 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU No.18 Tahun 2009, tentang peternakan dan kesehatan hewan pasal 18 ayat 4 yang berisi larangan menyembelih ternak ruminansia produktif.

Baca juga: Saat Idul Adha: Distan Padang Kerahkan 62 Petugas Kesehatan Hewan, Laporkan Temuan Daging Bermasalah

Dasril  juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2021 ini ditargetkan 800 ekor hewan yang akan dipantau dan diawasi di Kota Pariaman.

Pemantauan hewan itu juga terkait kesehatannya dan juga soal pemotongan hewan sapi atau kerbau betina produktif, baik sebelum atau sesudah dipotong.

"Dari target 800 ekor tersebut sekitar 750 ekor sudah kami periksa kesehatannya, sudah kami beri vitamin, obat cacing, diberi label, dan menjelang lebaran Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi," tutur Dasril.

Ia berpesan kepada masyarakat Kota Pariaman yang menyiapkan hewan ternaknya untuk dijadikan korban tahun ini, agar segera memeriksakan hewannya kepada petugas kami tanpa dipungut biaya.

"Sehingga sapi-sapi yang akan disembelih nantinya benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat," pungkas Dasril.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved