Breaking News:

Idul Adha 2021

Jumlah Hewan Kurban di Agam Diprediksi Meningkat Dibanding 2020, Bukti Ekonomi Mulai Membaik

Dinas Pertanian Kabupaten Agam memprediksi pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1442 hijriah meningkat dibanding tahun lalu

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Ilustrasi hewan kurban 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dinas Pertanian Kabupaten Agam memprediksi pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1442 hijriah meningkat dibanding tahun lalu.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Iswan Hendri, mengatakan, pemotongan hewan kurban jenis sapi dan kerbau tahun ini diprediksi 5.575 ekor, meningkat dibanding 2020 yang hanya sebanyak 5.414 ekor.

Sedangkan pemotongan kambing tahun ini diprediksi 343 ekor, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 195 ekor.

Baca juga: Sapi Kurban dari Presiden Jokowi untuk Sumbar Berbobot 1,3 Ton, akan Disembelih di Masjid Raya

"Data ini kita peroleh dari panitia kurban di seluruh kecamatan," ujar Iswan Hendri dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPadang.com, Rabu (14/7/2021).

Menurutnya, hal ini membuktikan perekonomian masyarakat mulai membaik, meski kondisi sekarang masih pandemi Covid-19.

"Setiap kecamatan peningkatan pemotongan hewan kurbannya bervariasi, ada yang meningkat di sapi dan kerbau, ada juga meningkat di kambing, bahkan juga ada meningkat keduanya," terangnya.

Dikatakannya, tidak tertutup kemungkinan peningkatan pemotongan hewan kurban ini terus terjadi, karena masih ada waktu beberapa hari jelang hari raya Idul Adha 1442 hijriah.

Baca juga: Dinas Pertanian Cek Kesehatan Hewan Kurban di Padang, Syahrial Kamat: Sudah Diperiksa Diberi Tanda

Untuk memastikan hewan kurban yang akan dipotong sesuai kaidah agama dan UU, Dinas Pertanian akan menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan, karena hewan yang akan disembelih selain sehat juga harus cukup umur dan tidak cacat.

"Pemeriksaan dilakukan mulai H-3 sampai H+2 pemotongan, bahkan kini sudah ada panitia kurban untuk melakukan pemeriksaan. Ini supaya dapat memastikan daging yang akan dikonsumsi masyarakat Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)," terang Iswan. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved