Jadwal Semifinal Euro 2020, Bisakah Pick Ford Menjaga Keperawanan Gawang Inggris
Banyak yang menanti laga Denmark kontra Inggris di semifinal Euro 2020, Denmark yang tampil mengejutkan pada gelaran kali ini membawa semangat tinggi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banyak yang menanti laga Denmark kontra Inggris di semifinal Euro 2020, Denmark yang tampil mengejutkan pada gelaran kali ini membawa semangat tinggi untuk menumbangkan Inggris.
Kedua tim melaju ke empat besar dengan sangat meyakinkan.
Tim "Tiga Singa", julukan Inggris melindas Ukraina 4-0 pada babak perempatfinal, untuk menjadi satu-satunya tim di Euro 2020 ini yang belum pernah kebobolan dalam lima laga, dengan memasukkan delapan gol.
Sedang Denmark penuh dengan keajaiban. Kalah dalam dua laga pertama hingga nyaris tersingkir, tim "Dinamit" julukannya, bangkit secara luar biasa dengan menggebuk Rusia 4-1.
Baca juga: Pick Ford Harus Siap Hadang Kegarangan Kasper Dolberg di Semifinal Euro 2020
Setelah itu mereka tak tertahankan, membantai Wales 4-0, dan terakhir menekuk Republik Ceko 1-2.
Dengan torehan sebelas gol, Denmark jadi tim terproduktif bersama Italia, dan hanya kalah oleh Spanyol dengan 12 gol.
Ada sejumlah duel kunci yang akan menentukan hasil akhir pertempuran di Wembley ini.
Pertama adalah duel antara striker Inggris, Harry Kane kontra Bek sentral Denmark, Simon Kjaer.
Kane memang sempat lambat panas. Di laga pembuka kontra Kroasia, dia hanya membuat dua sentuhan di kotak penalti, dan nirgol di pernyisihan.
Baca juga: Laga Semifinal Euro 2020 antara Inggris Vs Denmark Sajikan Duel Harry Kane dan Simon Kjaer
Bomber Tottenham Hotspur ini mulai menggeliat di fase sistem gugur, dengan membuka keran gol kontra Jerman, dan memborong dua gol ke gawang Ukraina.
Tendangan voli kaki kirinya bahkan nyaris menjadikannya hattrick. Dengan tiga gol saat ini, Kane dalam kepercayaan diri penuh untuk memburu sepatu emas, seperti yang diraihnya di Piala DUnia 2018 di Rusia lalu.
Tapi dia akan mendapat perlawanan hebat dari Kapten Denmark, Simon Kjaer. Bek sentral ini telah membuktikan ketangguhannya dengan melumpuhkan potensi ancaman bomber Belgia, Romelu Lukaku, dan ujung tombak Rusia, Artem Dzyba.
Kane punya karakteristik menyerang yang berbeda dengan dua bomber terdahulu. Striker berusia 28 tahun ini pandai memanfaatkan momentum, dan setiap pergerakannya membahayakan.
Tugas Kjaer adalah memastikan Kane tak mendapat pasokan bola, dan saat mendapat bola pun tak mendapatkan ruang untuk menembak. Tugas yang pasti sangat berat untuknya.
Duel kunci lainnya terjadi antara Kiper Inggris Jordan Pickford kontra bomber Denmark, Kasper Dolberg. Lini belakang Inggris tak diragukan lagi kehandalannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/gelandang-inggris-jordan-henderson-kiri-melakukan-selebrasi-dengan-rekan-satu-timnya.jpg)