Breaking News:

Kabid Dikdas Disdikpora Pariaman: Dengan Sistem Zonasi, Semua Sekolah Adalah Sekolah Favorit

Penerimaan peserta didik baru di Kota Pariaman dilakukan secara manual untuk sekolah dasar (SD), sementara untuk sekolah menengah pertama (SMP) dilaku

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Kabid Dikdas Disdikpora Kota Pariaman, Yurnal saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (14/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Penerimaan peserta didik baru di Kota Pariaman dilakukan secara manual untuk sekolah dasar (SD), sementara untuk sekolah menengah pertama (SMP) dilakukan secara online.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikopra) melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Yurnal mengatakan belum ada menerima aduan atau laporan dari orang tua peserta didik mengenai sistem penerimaan SMP yang dilakukan secara online.

Terang dia, para orang tua peserta didik yang kewalahan dengan sistem penerimaan online bisa langsung mengkomunikasikannya ke sekolah masing-masing untuk dibantu.

Baca juga: PPDB di SDN 44 Sungai Lareh Batasi Pendaftaran 20 Orang Dalam Satu Hari

Baca juga: PPDB SD 2021 di Padang Hari Pertama, Disdik Sebut Entri Data Hingga Pukul 15.00 WIB

Baca juga: PPDB SD Padang 2021, Kepala SD 01 Sawahan: Orang Tua Banyak Tak Penuhi Persyaratan

"Bagi orang tua yang tidak bisa mendaftarkan anaknya, bisa langsung datang ke SD asal, atau ke SMP tujuan," ujarnya.

Yurnal tidak menampik mengenai masih adanya orang tua peserta didik yang meminta perpindahan sekolah, sedangkan penerimaan peserta didik baru juga diberlakukan dengan sistem zonasi.

Baca juga: Dukung Pelaksanaan PPDB Online SMA dan SMK Sumbar, Kominfotik Perkuat Kapasitas Sistem PPDB

Baca juga: PPDB SDN Percobaan Padang, Orang Tua Cukup Serahkan Data Petugas yang Entri ke Sistem PPDB Online

Baca juga: Hari Pertama PPDB SD 2021 di Padang, Orang Tua Sudah Banyak Daftar Langsung ke Sekolah

"Mereka ingin anaknya ditempatkan di suatu sekolah, namun kita tidak bisa akomodir jika bertentangan dengan peraturan yang ada," kata dia.

Imbuhnya, masih ada orang tua atau peserta didik yang menganggap sekolah tertentu adalah sekolah favorit.

"Padahal saat sekarang sudah tidak ada lagi sekolah favorit, dengan sistem zonasi, semua sekolah adalah sekolah favorit," pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved