Breaking News:

Berita Agam Hari Ini

Heboh! 7 Anjing di Palembayan Kabupaten Agam Dimangsa, BKSDA Duga Diserang Harimau Sumatera

BKSDA Resort Agam mengungkapkan tujuh anjing diduga dimangsa Harimau Sumatera sebulan terakhir di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Prov

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Ilustrasi: Harimau yang berada di dalam kawasan Taman Margasatwa Bukit Kinantan Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

"Namun, pada hari ini (Senin 26/4/2021) sekitar pukuk 15.00 WIB kembali masuk laporan adanya anjing warga di mangsa satwa liar di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam," kata Ade Putra, Jumat (23/4/2021).

Dijelaskannya, anjing tersebut milik warga bernama Amir Hamzah warga Nagari Tigo Koto Silungkang, Palembayan, Agam, Sumbar.

Baca juga: UPDATE Kecelakaan Truk Vs 5 Mobil dan 1 Motor di Sitinjau Lauik, Sopir Truk Ditetapkan Tersangka

Baca juga: Pemko Padang akan Bangun 10 Ruang Kelas Baru di 2021, Bagian Progul 500 RKP Sampai 2024

"Kami menduga, satwa liar tersebut adalah Harimau Sumatera. Menurut keterangan warga bernama Amir Hamzah itu, kejadiannya sudah 3 yang yang lalu. Namun, baru dilaporkan," ujarnya.

Ade Putra mengatakan, sebelumnya pada Jumat (16/4/2021) ada 2 Kerbau yang dimangsa Harimau Sumatera.

"Satu ekor dalam kondisi mati dan satu ekor dalam kondisi terluka. Setelah mendatangi lokasi, ternyata kerbau yang mati milik warga bernama Dt Bagindo (60) warga jorong Sari Bulan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Agam," katanya.

Ade Putra  menjelaskan ternak yang mati ditemukan luka cakaran dan gigitan pada tubuh bagian belakang.

"Sedangkan kerbau yang hanya terluka adalah milik warga bernama Rajo Bentan (55), kondisi terluka pada bagian kaki belakang," kata Ade Putra.

Pihaknya juga menemukan jejak kaki satwa liar jenis Harimau Sumatera dengan ukuran tapak kaki 11 cm.

Ade Putra menjelaskan telah memasang sebanyak 2 perangkap besi untuk dapat mengevakuasi harimau tersebut.

"Kami telah memasanga sebanyak 2 perangkap besi, tapi belum ada yang berhasil," kata Ade Putra.

Dijelaskannya, kalau pihaknya tidak ada memasang kamera trap di lokasi konflik tersebut.

"Kerangkeng yang kami pasang ada umpannya berupa kambing, tapi belum berhasil. Rencananya besok kami akan ke lokasi, dimana ada dilaporkan anjing warga dimangsa harimau," kata Ade Putra.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved