Breaking News:

Nikmati Sore Ramadan dengan Perjalanan Kereta Api, Humas PT KAI Divre II: Tersedia 3 KA Lokal

Pada saat Bulan Ramadan, di beberapa daerah, kerap terlihat masyarakat yang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa (Ngabuburit) dengan cara bermain

TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Ilustrasi: Agenda di area kantor PT KAI Divre II Sumbar, baru-baru ini. 

TRIBUNPADANG.COM - Pada saat Bulan Ramadhan, di beberapa daerah, kerap terlihat masyarakat yang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa (Ngabuburit) dengan cara bermain di jalur kereta api (KA).

Demikian disampaikan Kepala Humas PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat, Ujang Rusen Permana baru-baru ini di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Menurutnya, selain bermain di jalur rel KA itu membahayakan, hal tersebut juga melanggar pasal 181, UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"Masyarakat dilarang untuk berkegiatan di jalur kereta api, seperti misalnya bermain atau hanya sekadar duduk-duduk menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka. Hal tersebut sangat berbahaya untuk keselamatan," ungkap Rusen.

Larangan tersebut tertuang dalam pasal 181 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api atau KA.

Stasiun Kereta Api Padang.
Stasiun Kereta Api Padang. (IS/Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat)

Baca juga: Kereta Api Minangkabau Ekspres dari BIM Kini Langsung ke Kota Tua Padang, Ini Jadwalnya

Rel Kereta Api Dilakukan Perbaikan Selama 30 Hari, Berapa Bulan Perbaikan Rel Kereta Api Dilakukan?

Di antaranya; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Sejauh ini lanjutnya, pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah).

"Untuk menikmati keindahan sore Ramadhan, lebih baik melaksanakan perjalanan menggunakan kereta api. Ada 3 kereta api yang bisa dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka puasa. Ada KA Lokal Sibinuang relasi Padang - Pariaman- Naras PP, KA Minangkabau Ekspres relasi Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) - Pulau Aie PP, dan KA Lembah Anai relasi Stasiun Bandara Internasional Minangkabau - Stasiun Kayu Tanam," jelas Rusen.

Kereta Api Minangkabau Ekspres, Jumat (23/4/2021).
Kereta Api Minangkabau Ekspres, Jumat (23/4/2021). (Istimewa)

Baca juga: Inilah Update Jadwal Kereta Api Sibinuang Rute Padang-Pariaman-Naras, Tiket Rp 5 Ribu Per Orang

Baca juga: Simak! Jadwal Terbaru dan Cara Pesan Tiket Kereta Api Minangkabau Ekspres Mulai Hari Ini

Tarifnya pun terjangkau mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 10.000. Namun demikian, di masa pandemi ini, pengguna kereta api harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Seperti kewajiban memakai masker, suhu tubuh tidak lebih dari 37.3 derajat celsius, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan memanfaatkan fasilitas wastafel portabel di area stasiun," imbuhnya.

Bagi masyarakat yang menggunakan perjalanan kereta api, yakni bisa lewat cara pemesanan melalui aplikasi KAI Access. Ada pun untuk pembelian tiket kereta api di stasiun hanya dilayani 3 jam sebelum keberangkatan.

"Masyarakat bisa memesan tiket di aplikasi KAI Access untuk jangka waktu 7 hari sebelum keberangkatan. Mari kita taati peraturan yang sudah ditetapkan seperti aturan tentang larangan beraktifitas di jalur kereta, atau pun aturan yang ditetapkan saat melaksanakan perjalanan dengan kereta api," tutup Rusen.(*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved