Dari Bahasa Apakah Istilah Pancasila? Apakah Artinya?

Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya? Simak kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 177

Tayang:
Editor: Rizka Desri Yusfita
Tangkapangambar/Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya? Simak kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 177 selengkapnya sebagai bagian Subtema 3 tentang Peristiwa Mengisi Kemerdekaan. 

TRIBUNPADANG.COM- Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya?

Simak kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 177 selengkapnya sebagai bagian Subtema 3 tentang Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 177 ini ditujukan untuk membantu orang tua mengoreksi jawaban saat anak belajar di rumah.

Berikut Kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 177

3. Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya?

Jawaban: Istilah pancasila berasal dari bahasa sansekerta, berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.

KLIK LINK DI BAWAH UNTUK JAWABAN LENGKAPNYA:

Baca juga: Jawaban Tema 7 Kelas 5 Halaman 176 177 178 179 180 181 182, Subtema 3 Pembelajaran 3

Ayo Membaca

Peristiwa Lahirnya Pancasila

Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima, dan sila artinya dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada saat Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang pertama. Berikut usulan-usulan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh bangsa.

29 Mei 1945

Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara, yaitu:
1. peri kebangsaan,
2. peri kemanusiaan,
3. peri ketuhanan,
4. peri kerakyatan, dan
5. kesejahteraan rakyat.

31 Mei 1945

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo dalam pidato singkatnya mengusulkan lima asas:
1. persatuan
2. kekeluargaan
3. keseimbangangan lahir batin
4. musyawarah
5. keadilan rakyat

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved