Urutan Planet dari yang Terpanas hingga yang Terdingin
Berikut ini kunci jawaban Buku Tematik tema 9 kelas 6 SD/MI halaman 51, 52, 55, 56, 57, 59, 60, 62 Pembelajaran 5 Subtema 1 mengenai Keteraturan yang
Urutkan planet yang melakukan rotasi paling cepat hingga yang paling lambat

Kunci Jawaban Tema 9 Halaman 57
Perbedaan dan persamaan antara planet dalam dan planet luar

Kesimpulan apakah yang kamu dapatkan dari kegiatan pembelajaran di atas?
Matahari sebagai pusat tata surya memengaruhi setiap planet yang ada di dalamnya. Setiap planet memiliki ciri dan keunikan yang berbeda. Planet di dalam tata surya dibagi menjadi dua golongan, yaitu planet dalam dan planet luar.
Adakah pertanyaan yang kamu miliki sehubungan dengan keteraturan dalam tata surya setelah melakukan kegiatan tersebut?
Mengapa Pluto tidak disebut lagi sebagai planet?
Ayo Membaca
Masih Ada Waktu, Arya!
Oleh Diana Karitas
Arya senang sekali hari ini. Ayah akan mengajaknya menonton film tentang makhluk luar angkasa. Ia sudah lama menantikan kesempatan ini. Kebetulan, kali ini ayah dapat menemaninya.
“Wah, antreannya sudah panjang, Ayah!” kata Arya agak murung ketika telah sampai di bioskop. Penjualan tiket ternyata sudah dibuka setengah jam yang lalu, dan sekarang antreannya cukup panjang. Seandainya saja tadi Ayah tidak membantu Mbak Ita membetulkan sepedanya, pasti kita tidak akan mengantri sepanjang ini.
“Tidak apa, Arya. Kita masih punya waktu. Pemutaran filmya masih 45 menit lagi, kok. Yuk, segera mengantre!” ajak Ayah sambil berjalan menuju antrean.
“Seandainya tadi sepeda Mbak Ita tidak rusak, kita bisa sampai ke sini lebih cepat ya Yah! Jadi tidak harus mengantri lama,” Arya masih menggerutu tentang peristiwa sebelumnya.
“Arya, Mbak Ita juga tidak berharap sepedanya akan rusak, kan? Mbak Ita akan pergi les menari, kalau sepedanya rusak di tengah jalan, lebih kasihan lagi Mbak Ita. Beruntung rusaknya di rumah dan Ayah tahu. Jadi, Ayah harus bantu Mbak Ita dulu supaya ia tetap bisa latihan menari dengan selamat. Memang Arya ingin Mbak Ita celaka di jalan?” hibur Ayah. Arya hanya tersenyum dan mengangguk. Tentu saja ia tidak ingin kakak perempuannya itu mengalami kecelakaan.
“Yuk, Arya, di depan kita tinggal dua pengantri lagi, tuh! Sebentar lagi giliran kita!” kata Ayah setelah kurang lebih seperempat jam berdiri mengantre. Arya tampak gembira dan bersemangat.
Ketika Arya dan Ayah hendak maju untuk membayar tiket, tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka.
“Aduh, Bu. Perutku sakit sekali!” seru seseorang di belakang Arya dan Ayah. Seketika mereka menoleh ke belakang. Tampak seorang anak perempuan sebaya Arya sedang memegang perut. Wajahnya pucat. Keringat tampak mengucur di dahinya. Ibu anak perempuan itu pun terlihat panik. Beberapa kali si ibu menghibur anaknya untuk bertahan dalam antrean.
“Ibu, silakan Ibu beli tiket dulu. Kasihan anak Ibu,” tiba-tiba Arya berkata kepada ibu si anak itu. Si Ibu langsung menatapnya dan melihat Ayah. Ayah mengangguk dan mempersilakan keduanya untuk maju mengambil antrean mereka
Setelah Si Ibu mengucapkan terima kasih, mereka maju untuk membeli tiket mereka dan segera beranjak pergi menuju toilet bioskop. Film memang masih akan dimulai 30 menit lagi.
“Terima kasih, Arya. Kamu menunjukkan kepekaanmu terhadap orang lain yang lebih membutuhkan. Tindakanmu membantu tadi sebenarnya juga membantu kita semua yang ada di tempat antrean untuk tetap teratur. Coba kalau kamu tidak cepat menawarkan antrean kita, pasti antrean di belakangnya akan terganggu karena situasi yang dialami anak dan ibu itu,” kata Ayah.
“Ah, Ayah. Arya kan hanya melakukan persis seperti yang Ayah lakukan kepada Mbak Ita tadi. Arya hanya ingin memastikan semua teratur dan dapat melakukan kegiatan sesuai yang telah direncanakan. Kasihan anak itu, Ayah. Arya juga jadi terbayang Mbak Ita jika ia tidak dibantu Ayah tadi,” jelas Arya. Ayah tersenyum sambil mengusap kepala Arya.
Kunci Jawaban Tema 9 Halaman 59
Ayo Menulis
Lengkapi diagram berikut ini setelah kamu membaca cerita fiksi di atas!

Kunci Jawaban Tema 9 Halaman 60
Isi Cerita
Arya gembira karena bisa menonton film bersama ayah di bioskop. Namun kegembiraannya berkurang setelah mengetahui antrian yang cukup panjang. Arya pun berpikir seandainya tadi sepeda kakaknya tidak rusak, mungkin ia tidak perlu mengantri lama. Ayah Arya menasihatinya dan Arya bisa memahaminya. Ketika terdengar suara anak perempuan yang kesakitan perutnya.,Arya berinisiatif mempersilahkan anak perempuan tersebut untuk membeli tiket lebih dahulu. Arya ingin memastikan semua tetap teratur dan dapat melakukan kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan. Ayah bangga dengan keputusan Arya tersebut.
Apa yang terjadi jika Arya tidak cepat mempersilakan orang di belakangnya mengambil antreannya? Lanjutkan cerita di atas dengan menggunakan imajinasimu. Lalu, tuliskanlah hasil pengembangan ceritamu ke dalam sebuah paragraf.
Jika Arya tidak cepat mempersilakan orang dibelakangnya mengambil antreannya tentu saja dibioskop akan timbul kekacauan. Beberapa orang yang dekat dengan peristiwa tersebut akan menyingkir menjauh. Untuk menghindari kekacauan dan pertengkaran lebih parah, maka pihak bioskop menutup sementara tiket pembelian, sehingga tidak ada calon pembeli tiket yang bisa dilayani, termasuk Arya. Arya menjadi menyesal atas tindakannya tersebut.
Ayo Berlatih
Pemahaman tentang jarak nada (interval) akan membantumu untuk menghasilkan sebuah akor. Akor merupakan bunyi yang dibunyikan serempak yang dibentuk dari beberapa nada dengan jarak nada tertentu. Sebuah akor paling sedikit terdiri dari tiga nada. Akor biasanya digunakan untuk mengiringi sebuah nyanyian. Akor juga dapat dimainkan dengan melodi lagu pada alat musik. Tangga nada natural terdiri atas tujuh buah akor yaitu, C mayor (C), D minor (Dm), E minor (Em), F mayor (F), G mayor (G), A minor (Am), dan B diminished (B dim). Perhatikanlah beberapa akor yang sering digunakan pada alat musik piano berikut ini.

Cobalah akor berikut ini dengan menggunakan alat musik yang tersedia. Jika kamu menggunakan rekorder, kamu memerlukan temanmu yang lain untuk membunyikannya secara bersamaan. Dengarkan dengan saksama bunyi yang dihasilkannya. Bagaimana menurutmu?
Dapatkah kamu mencoba untuk mengingat nada yang dihasilkan pada setiap akor di atas? Ketika kamu memainkannya dengan temanmu, apa yang kamu rasakan? Cobalah perhatikan kembali lagu “Ambilkan Bulan Bu” yang telah kamu pelajari sebelumnya. Carilah tangga nada dan akornya. Cobalah untuk memainkannya dengan menggunakan alat musik yang kamu punya (gitar, pianika, atau gitar) sesuai akor yang sudah ditentukan. Apakah yang kamu rasakan? Apakah kamu dapat mengenali akor-akor tersebut pada saat dimainkan?
Kunci Jawaban Tema 9 Halaman 62
Ayo Renungkan
Hal baru apa sajakah yang kamu pelajari dan temukan dari kegiatan pembelajaran hari ini? Bagaimana keteraturan di sekelilingmu memengaruhi kegiatanmu seharihari? Hal apa sajakah yang dapat kamu lakukan untuk memelihara keteraturan di sekitarmu?
Hal baru yang saya temukan pada pembelajaran kali ini adalah karekteristik khusus masing-masing planet anggota tata surya. Hal yang dapat saya lakukan untuk memelihara keteraturan yang ada di lingkungan sekitar adalah mematuhi peraturan yang ada.
Kerja Sama dengan Orang Tua
Lihatlah sekeliling rumah tinggalmu. Apakah menurutmu lingkungan rumah tinggalmu cukup teratur? Bersama dengan orang tuamu, diskusikan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan warga untuk meningkatkan keteraturan di lingkungan tempat tinggalmu.
Hal-hal yang dapat dilakukan warga untuk meningkatkan keteraturan adalah dengan memahami kewajiban dan haknya sebagai warga masyrakat.
*) Disclaimer: Kunci jawaban di atas hanya sebagai panduan bagi orang tua.
Tribunpadang.com tidak bertanggung jawab atas kesalahan jawaban.
(Tribunpadang.com/Mona Triana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/lustrasi-belajar-dari-rumah-48jpg.jpg)