Breaking News:

Baru Rp 1,1 Miliar Kerugian Daerah yang Dikembalikan, Dugaan Mark Up Dana Hand Sanitizer Sumbar

Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar, Yusnadewi mengungkap dana senilai Rp 49 miliar yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Media Workshop BPK Hasil Pemeriksaan BPK Sumbar Semester II 2020, Kamis (25/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar, Yusnadewi mengungkap dana senilai Rp 49 miliar yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.

Menurutnya, hal itu terkait pembayaran yang dilakukan secara tunai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar kepada pihak ketiga.

Namun, hingga saat ini pihak Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK itu tidak bisa langsung mengatakan indikasi kerugian daerah.

Yusnadewi mengatakan, pembayaran tunai itu diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut. 

"Sampai saat ini sudah tindaklanjutnya,  pengembaliannya sebesar Rp 1,1 miliar dari indikasi angka kerugian daerah sebesar Rp4,9 miliar," tutur Yusnadewi.

Ia melanjutkan, masih ada sekitar Rp3,8 miliar, merupakan angka yang belum dikembalikan.

Baca juga: BPK Jelaskan Dugaan Mark Up Dana Hand Sanitizer Rp 4,9 M dan Penggunaan Dana Covid Sebesar Rp 49 M

"Kami masih menunggu sampai 29 Februari 2021. Kita akan lihat seperti apa," terang Yusnadewi.

Akan tetapi juga harus diingat, lanjut Yusnadewi, ada rekomendasi lain selain pengembalian. 

Termasuk rekomendasi yang diharapkan bisa mencegah terjadinya hal yang sama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved