Breaking News:

4 Bulan Dana Insentif Nakes Penanganan Covid-19 Belum Dibayarkan, Dinkes Padang Ungkap Penyebabnya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani mengatakan empat bulan dana insentif untuk tenaga kesehatan RSUD Rasidin, Tenaga Pukesmas dan Dinas Kes

TribunPadang.com/Rima Kurniati
Kepala Dinkes Padang, Ferimulyani 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani mengatakan empat bulan dana insentif untuk tenaga kesehatan RSUD Rasidin, Tenaga Pukesmas dan Dinas Kesehatan Padang belum dibayar.

Pembayaran insentif nakes yang menangani covid-19 ini belum dibayar untuk bulan September, Oktober, November dan Desember tahun 2020.

"Semuanya belum menerima full, karena insentif ini berasal dari APBN yang dimasukan ke Dana Alokasi Khusus atau DAK tambahan," kata Ferimulyani, Senin (15/2/2021).

Baca juga: 3.061 Nakes di Kota Padang Sudah Divaksinasi, Dinkes Padang: 43 Orang Tahap Dua

Baca juga: Batal Jadi Orang Pertama di Sumbar Terima Vaksin, Irwan Prayitno: Saya Masih Menunggu dari Dinkes

Baca juga: Tempat Penyimpanan Vaksin Sudah Disiapkan, Kadinkes Bukittinggi Harap Masyarakat Mau Divaksin

Pembayaran tidak bisa dilakukan karena kekurangan anggaran, sementara Insentif yang sudah dibayarkan untuk bulan April sampai Agustus 2020 sebesar Rp 4 M, untuk tenaga kesehatan RSUD Rasidin.

Untuk membayar utang tersebut, Dinkes Padang sudah mengusulkan dana insentif melalui rekofusing anggaran kepada Kementerian Kesehatan.

"Untuk hutang tahun 2020, kita usulkan untuk bisa dibayarkan pada tahun 2021, sudah disuratkan ke kementetian kesehatan,"ujarnya.

Baca juga: 36.920 Vaksin Covid-19 Sinovac Akan Tiba di Sumbar Besok, Kadinkes: Pakai Mobil Box Khusus

Baca juga: Pemprov Sumbar Jamin Vaksin Covid-19 Aman dan Halal, Kadinkes Singgung Komitmen Pemerintah

Baca juga: Selain Tes Swab Tenggorokan, Dinkes Padang Data Guru Berpenyakit Komorbid

Menurutnya, saat ini sudah keluar surat dari Kementerinan Keuangan, dana insentif untuk tenaga kesehatan puksmas dan Dinas Kesehatan diambilakan dari 30 persen DID dan 8 persen dari DAU.

"Penerima insentif ini semua tenaga kesehatan baik ASN, honorer, tenaga kontrak, asalkan dia melayani pasien covid, maka mendapatkan insentif," ungkapnya.

Menurutnya, besaran dana insentif ditentukan jumlah hari kerja tenaga kesehatan, untuk tenaga kesehatan pukesmas dan dinas Kesehatan maksimal Rp 5 Juta perbulan.

Baca juga: Diniyah Putri Disarankan Lockdown karena Santri Terpapar Covid-19, Ini Kata Kadinkes Padang Panjang

Baca juga: Pemko Padang Wajibkan Pelaku Jasa Pesta Tes Swab, Dinkes sebut Lokasinya di Pukesmas Terdekat

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Direncanakan November, Kadinkes Sumbar Sebut Satu Orang Disuntikan 2 Kali Vaksin

"Jika dia bekerja hanya 10 hari, maka 10 dibagi 22 hari kali Rp 5 Juta, segitu dia mendapatkan dana insentif ini," ungkapnya.

Sementara itu, tenaga kesehatan di rumah sakit, jika dokter spesialis dapat insentif maksimalnya Rp 15 Juta, dokter umum maksimal Rp 10 juta, perawat/bidan maksimal Rp 7.5 juta dan tenaga lainnya Rp 5 Juta. 

Ferimulyani menambahkan, tidak semua nakes juga yang mendapatkan insentif, hanya yang bekerja berkaitan dengan kasus Covid-19. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved