Selama Pandemi Covid-19, Sampah Bungkus Belanja Online Meningkat di Padang

Selama pandemi covid-19, produksi sampah di Kota Padang relatif menurun dibanding sebelum pandemi.

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/reziazwar
Seorang warga melihat tumpukan sampah di Pantai Muaro Lasak Padang, Kamis (14/1/2021). Jenis sampah yang bertumpuk di pingir pantai beragam termasuk pakaian bekas serta sampah lainnya. 

Selain itu, masyarakat juga meletakkan sampah di sepanjang jalan. 

Sampah Berserakan di Bibir Pantai

Sampah berserakan di bibir pantai Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang berencana akan mengangkut sampah tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon mengatakan sampah tersebut merupakan sampah yang sudah lama berada di dalam palung laut.

Akibat adanya hujan dan gelombang pasang membuat sampah terbawa sampai ke bibir pantai.

"Secara kewenangan kawasan wisata adalah wewenang Dinas Pariwisata. Namun, Dinas Lingkungan Hidup tidak bisa melepas tangan akan hal ini," kata Mairizon saat ditemui TribunPadang.com pada Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Mengais Rezeki dan Berburu Sampah Plastik di Pantai Padang, Syamsiarni: Untuk Bayar Sewa Rumah

Baca juga: Kepala DLH: Sampah di Pantai Padang Bukan Sehari atau Seminggu Belakang, tapi Bertahun-tahun

Dikatakannya, hal itu dikarenakan Dinas Pariwisata tidak punya alat seperti truk untuk penanganan mengangkut sampah.

"DLH selama ini bekerja sama dengan Dinas PUPR yang mempunyai alat berat untuk mengangkut sampah itu ke truk DLH," katanya.

Disebutkannya, saat ini alat PYPR belum bisa dipakai sehingga menunggu ketersediaan alat dari Dinas PUPR untuk mengangkut sampah ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sampah Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah.

"Sebenarnya sampah di pantai adalah fenomena alam, saya pernah buktikan. Bahwa setelah bertumpuk sampai sekitar 2 meter, dan terjadi hujan serta gelombang besar lagi yang membuat sampah itu akan hilang dari bibir pantai," ujarnya.

Dijelaskannya, pihaknya akan mengangkut sampah tersebut dari bibir pantai. Namun, saat ini pihaknya terkendala alat yang belum tersedia.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar menghilangkan kebiasaan membuang sapah di drainase atau sungai.

"Jadi kami harapkan kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah ke drainase atau sungai. Karena sampah itu akan sampai ke muara," kata Mairizon.

Dijelaskannya, saat sampai di laut sampah tersebut akan berada di paung dan akan dikeluarkan gelombang saat turun hujan dengan intensitas tinggi ke bibir pantai.

Baca juga: UPDATE Pencarian Bagian Sriwijaya Air SJ 182: Baterai dan Casing CVR Sudah Ditemukan, Memori Belum

Pengunjung Pantai Berkurang

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved