Advertorial
Webinar Series #8 Semen Padang: Sharing Covid-19 Survivor, Dekat ke Tuhan dan Dapat Dukungan
Webinar Series #8 terkait sosialisasi COVID-19 PT Semen Padang pada Rabu (16/12/2020). Kali ini, bertema "Sharing COVID-19 Survivor" itu, mengundang K
Selain Werry dan Harfindo, pada webinar series tersebut, beberapa karyawan PT Semen Padang yang pernah terpapar Covid-19 juga menyampaikan pengalamannya kepada peserta webinar.
Salah satunya, adalah Fadhlan Maulana yang merupakan karyawan PT Semen Padang pertama yang dinyatakan positif Covid-19.
Pada kesempatan itu, Fadlan membeberkan gejala Covid-19 yang dialaminya di awal-awal masa pandemi.
Kata dia, malam hari pada tanggal 28 Maret, badannya merasa panas dan Ia pun beranggap bahwa panas badannya itu hanya karena demam biasa, sehingga dirinya meminum obat penurun panas.
"Malam hari, badan saya panas dan saya minum obat. setelah minum obat, paginya panas badan saya turun. Kemudian malamnya lagi, badan kembali panas dan saya pun juga kembali mionum obat. Begitu sampai hari ketiga yang saya rasakan. Namun pada hari keempat, saya batuk berdahak, muntah dan suhu tubuh saya naik menjadi 37,8. Kondisi ini berlanjut pada hari kelima," katanya.
Pada hari kelima karena tidak ada perubahan, kata Fadlan melanjutkan, Ia pun pergi ke klinik dan setelah itu dirujuk ke dokter spesialis paru.
Kemudian dokter spesialis paru tersebut melakukan ct scan dan hasilnya ada bercak putih di bagian paru-paru.
Lalu, dokter spesialis paru memberikannya obat dan juga menyarakan untuk Swab ke dinas kesehatan.
Fadhlan kemudian mendatangi dinas kesehatan. Namun karena saat itu Swab masih terbatas, Ia pun terpaksa harus menunggu jadwal Swab.
"Hari keenam, saya merasa sudah sehat dan tidak batuk lagi. Kemudian tanggal 15 dan 16 April, namun karena pihak SDM minta surat sakit, saya pun kembali ke dokter spesialis paru untuk minta surat sakit dan saya juga sampaikan kalau saya belum di Swab," ujarnya.
"Barulah tanggal 24 April saya di Swab, dan tanggal 28 April keluar hasilnya saya positif. Begitu dinyatakan positif, saya kaget dan berpikir, kalau saya sudah 1 bulan ini positif. Kemudian saya hubungi keluarga dan juga tetangga, dan tetangga memberikan dukungan pada saya dan keluarga. Saya menjalani peratawan di Semen Padang Hospital," imbuhnya.
Sebagai orang pertama terpapar Covid-19 di lingkungan PT Semen Padang, Fadlan juga menuturkan bahwa dirinya sempat down, apalagi ketika itu di awal-awal pandemi, pandangan masyarakat terhadap penderita Covid-19, telah memberikan stigma negatif bagi penderita Covid-19.
"Jadi, kita ini seolah-olah merasa dilihat orang itu berbeda," katanya.
Di akhir webinar, Fadhlan juga berpesan kepada masyarakat tentang wabah Covid-19 yang telah melanda berbagai negara di dunia.
"Meski ada yang tanpa gejala, virus Covid-19 itu yang jelas ada, namun kita jangan stres menghadapinya. Kalau terlalu takut, tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Jadi, mari disiplin dan patuhi protokol kesehatan," ungkap Fadhlan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/lagi-werry.jpg)