Advertorial
Webinar Series #8 Semen Padang: Sharing Covid-19 Survivor, Dekat ke Tuhan dan Dapat Dukungan
Webinar Series #8 terkait sosialisasi COVID-19 PT Semen Padang pada Rabu (16/12/2020). Kali ini, bertema "Sharing COVID-19 Survivor" itu, mengundang K
Werry pun menduga bahwa dirinya terpapar COVID-19 saat tidak pakai masker ke masjid. Saat itu, dirinya pergi salat ke masjid.
Setiba di masjid rupanya banyak jamaah, karena kebetulan ketika itu ada penyelenggaraan salat jenazah. Ia pun salat di masjid tersebut.
"Jamaahnya salat rapat. Karena ini di masjid, saya berdoa agar tidak terpapar. Rupanya, besoknya badan saya panas, kerongkongan perih, batuk, keringat dan tidak bisa tidur. Kemudian saya berkesimpulan kalau saya itu terserang Covid-19. Kemudian, hari itu juga, saya pergi ke Semen Padang Hospital," tuturnya.
Di Semen Padang Hospital (SPH), sebutnya, ia diminta untuk Swab, sehingga Ia pergi ke Rumah Sakit Unand untuk Swab.
Setelah Swab, besoknya keluar hasilnya. Hasil Swab tersebut, disampaikan langsung oleh Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Rumah sakit Unand dr.Andani Eka Putra.
"Pak Andani menyampaikan hasil swab saya positif dan Pak Andani juga mengatakan kalau saya terpapar sejak dua atau tiga hari sebelumnya. Jadi kalau saya cocokan, kemungkinan saya terpapar Covid-19 itu saat saya salat di masjid dan tidak pakai masker, diotambah lagi ketika itu banyak jamaah," ungkapnya.
Setelah diketahui positif Covid-19, Werry juga mengatakan bahwa dirinya langsung dirawat di Semen Padang Hospital selama dua minggu.
Hari pertama hingga hari ketiga dirawat, merupakan hari yang paling berat bagi dirinya, karena keringat terus bercucuran dan badan semakin panas, makan tidak begitu bernafsu, tidur susah, dan sering berhalusinasi. Kemudian, dirinya juga diinvus.
Kendati begitu, ia terus berjuang untuk sembuh dari Covid-19 dengan berserah diri dan perbanyak zikir.
"Tujuan saya dirawat hanya untuk sembuh. jadi saya berzikir dan berserah diri kepada Allah SWT. Berserah diri itu adalah bagian yang penting bagi saya selama menjalani perawatan. Jadi saya terus berzikir. Pagi, sore dan malam saya berzikir. Sekarang saya terbisasa berzikir," ujarnya.
Di hari keempat, ketika infus yang terpasang di tangannya sudah dilepas, Ia pun pergi jalan-jalan ke lantai 4 dan di sana Ia ketemu banyak orang sesama pasien Covid-19.
Dan tentunya, pertemuan dengan banyak pasien tersebut membuat semangat dirinya bangkit untuk sembuh dari Covid.
"Selain berzikir dan berserah diri, yang terpenting bagi saya itu selama dirawat adalah berinteraksi dengan banyak orang. Jadi, kesemeptan keluar dari ruang perawatan itu saya manfaatkan untuk berinteraksi dengan banyak orang, karena dengan berinteraksi itu, pikiran saya menjadi tenang. Jadi, ada dua yang harus disehatkan selama positif Covid-19, yaitu fisik dan pikiran," katanya.
Terkait dengan pengalaman sebagai pasien Covid-19 yang dialaminya, Werry pun pada kesempatan webinar tersebut berpesan kepada seluruh peserta webinar untuk tetap waspada, jangan lalai dan patuhi prorokol kesehatan.
"Belajarlah dari pengalaman yang saya alami ini. Wabah Covid-19 belum berakhir. Pesan saya ini untuk kita semua, dan sampaikan juga ke masyarakat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/lagi-werry.jpg)