Belajar Tatap Muka di Padang

Soal Pembelajaran Tatap Muka di Padang, Pengamat Pendidikan UNP: Harus Ada Daya Dukung

Soal Pembelajaran Tatap Muka di Padang, Pengamat Pendidikan UNP: Harus Ada Daya Dukung

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
TribunPadang.com/reziazwar
Siswa berangkat sekolah di Padang. Mulai tahun 2021, sekolah tatap muka kembali digelar. Pengamat Pendidikan UNP, Erianjoni, menilai harus ada daya dukung sarana sekolah untuk tatap muka di saat pandemi. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Dinas Pendidikan Padang memutuskan menerapkan pembelajaran tatap muka, mulai awal tahun 2021.

Pengamat pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Erianjoni menilai selama diterapkan protokol kesehatan yang ketat, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan.

Menurutnya, juga harus ada daya dukung sarana sekolah tatap muka seperti toilet, hand sanitizer, air yang memadai dan lainnya.

Baca juga: DPRD Padang Pastikan Prasarana Jelang Belajar Tatap Muka, Syafrial Kani: Kami akan Turun ke Sekolah

Baca juga: Januari 2021 Sekolah Buka, Disdik Sumbar: Tergantung Orang Tua, Kita Sangat Hati-hati

"Kedisiplinan para guru, siswa serta orang tua menjadi yang utama dalam mendukung upaya keberlanjutan pendidikan ini di tengah pandemi Covid-19," kata Dr. Erianjoni, yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Kamis (26/11/2020).

Di samping itu, Dr. Erianjoni menambahkan perlu pendekatan sistem sekolah yang mengutamakan keselamatan siswa. 

"Kalau tidak sekolah akan menjadi klaster baru bagi penularan pandemi ini," ungkapnya.

Sistem ini misalnya berbentuk sistem pengawasan yang ketat tentang protkes siswa, tenaga kependidikan termasuk guru sekalipun dalam mematuhi protokol 3 M.

Soal Kota Padang yang masih banyak kasus Covid-19, Dr. Erianjoni mengatakan harus diterapkan strategi khusus.

Diantaranya membatasi waktu belajar di sekolah, membatasi jumlah anak dalam kelas dan ruang interaksi anak di luar kelas.

Termasuk, membatasi kegiatan-kegiatan anak yang sifatnya berkumpul. 

"Biar ketat dulu, nanti secara perlahan akan diperlonggar sejalan hasil evaluasi apakah layak atau tidak layak dalam potensi resikonya," tambahnya.

Dr Erianjoni menambahkan, solusi lain untuk Kota Padang bisa dengan pembelajaran blended learning.

Dijelaskannya, dengan memadukan antara pembelajaran daring dan tatap muka, 70 % daring dan 30% tatap muka.

"Model ini lebih aman, karena pemda harus hati-hati dalam pelaksanaan belajar tatap muka ini, mengingat Kota Padang yang masih tergolong tinggi kasus pandeminya, sementara kedisiplinan masyarakat masih rendah dalam mematuhi Protkes," ujarnya. (*).

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved