BREAKING NEWS Gempa Bumi 5,3 M Guncang Pesisir Selatan Sumbar, Getaran Terasa hingga Padang

BREAKING NEWS Gempa Bumi 5,3 M Guncang Pesisir Selatan Sumbar, Getaran Terasa hingga Padang

Editor: afrizal
ntnews.com.au
BREAKING NEWS Gempa Bumi 5,3 M Guncang Pesisir Selatan Sumbar, Getaran Terasa hingga Padang 

TRIBUNPADANG.COM- Guncangan gempa bumi yang cukup kencang terasa di Padang, Sumatera Barat Rabu (18/11/2020) sekitar pukul 11.42.

Gempa bumi yang terjadi jelang tengah hari ini mengejutkan warga.

"Kencang banget terasa gempanya," kata Nurul, warga Lubuk Kilangan.

Baca juga: Update Gempa: Hari Ini Sumatera Barat Alami 3 Kali Gempa Bumi, Mengguncang Mentawai

Baca juga: Gempa Bumi di Mentawai 6.3 Magnitudo, BPBD: Warga Berlarian Keluar Rumah, Guncangan Cukup Kuat

Melansir situs bmkg.go.id, lokasi gempa bumi ada di 57 km Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Gempa berkuakatan 5,3 M dengan kedalaman 11 km

BMKG menyarankan warga hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi. 

Kemarin Gempa 6,0 SR

Sehari sebelumnya gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter (SR) juga mengguncang Tuapejat, Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (17/11/2020).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan belum ada potensi gempa susulan setelah terjadinya gempa bumi tersebut.

"Hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," jelas Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari Stasiun Geofisika Padang Panjang, Mamuri.

Baca juga: UPDATE Gempa Bumi 6.3 Magnitudo Berpusat Mentawai, Getaran Terasa di Padang hingga Bukittinggi

Baca juga: BREAKING NEWS-Gempa Kagetkan Masyarakat Kota Padang, Wulan Minta Anak-anak Keluar Rumah

Baca juga: Gempa Tua Pejat Terasa di Seluruh Wilayah Sumbar, Getarannya Sampai ke Bengkulu dan Jambi

Ia mengatakan gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sejauh ini pihaknya belum menerima data kerusakan yang terjadi akibat gempa.

"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," kata Mamuri.

Mamuri melanjutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di  Investigator Fracture Zone (IFZ) dekat dengan batas tumbukan lempeng. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip fault).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved