Apa yang Menyebabkan Sistem Subak Berhasil Meraih Perhatian Dunia?
Bagaimana cara anggota kelompok subak di Bali dalam mengambil keputusan? Simak kunci jawaban tema 5 kelas 5 halaman 70
Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekaseh atau klean subak.
Para pekaseh bekerja sama dengan para kepala desa dan perangkat desa dalam menjalankan tugasnya.
Para pekaseh ini diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.
Mereka mengatur dan memberitahukan ketersediaan air pada areal persawahan kelompoknya.
Apabila kekurangan air, sistem pinjam air dijalankan agar semua petani mendapatkan air yang cukup
untuk sawahnya.
Sistem irigasi subak dibangun oleh masyarakat Bali sejak beratus tahun lalu sebagai bentuk kemandirian masyarakat dalam mengatasi persoalan air irigasi.
Semua persoalan pertanian dibahas secara musyawarah dan perencanaan yang baik.
Termasuk di dalamnya membahas rencana pengairan, cara menjaga kualitas air, jumlah air yang akan dialirkan, dan waktu pengairan, termasuk siapa saja yang akan melakukannya.
Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan
dengan menggunakan sistem meminjam air kepada anggotanya.
Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika pada tahun 2012, subak diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) Pengakuan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
(Buku tema 5 kelas 5: Sumber: www.permateta.tp.ugm.ac.id dan Sumber gambar: www.bali-bike.kompas.com)
Bersama dengan kelompokmu, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Jawablah di buku catatanmu. Setelah itu, presentasikan hasil diskusimu.
a. Apakah tujuan dibentuknya subak?
Jawaban: Subak dibentuk bertujuan untuk menjamin agar semua petani anggota subak tidak kekurangan air irigasi.
b. Apa saja manfaat yang diperoleh para petani dari sistem irigasi subak di Bali?