Presiden Belarus Perintahkan Militer Waspada, Tutup Perbatasan dengan Uni Eropa

Pasukan militer Belarus dikerahkan untuk menjaga wilayah perbatasan dengan negara-negara Uni Eropa. Instruksi oleh Presiden Belarus

Editor: Emil Mahmud
tribunnews
Ilustrasi: Perang 

TRIBUNPADANG.COM - Pasukan militer Belarus dikerahkan untuk menjaga wilayah perbatasan dengan negara-negara Uni Eropa.

Instruksi tersebut diserukan oleh Presiden Belarus, Alexander Lukashenko pada Kamis (17/9/2020) waktu setempat.

"Kami terpaksa menarik pasukan dari jalan-jalan, memerintahkan setengah tentara kami untuk berjaga dan menutup perbatasan negara dengan Barat, terutama dengan Lituania dan Polandia," kata Alexander Lukashenko.

Alexander Lukashenko juga mengatakan akan memperkuat perbatasan Belarus dengan Ukraina.

Namun, katanya pejabat Polandia mengatakan situasi di perbatasan belum berubah.

"Kami menganggap tindakan tersebut sebagai elemen lain dari propaganda, permainan psikologis yang bertujuan untuk menciptakan rasa ancaman dari luar," kata Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Pawel Jablonski kepada kantor berita Reuters.

Otoritas perbatasan Lituania juga mengonfirmasi bahwa situasi di perbatasan tetap normal, dan mengatakan mereka menunggu untuk melihat ada tidaknya perubahan yang Belarusia terapkan.

Tutup Perbatasan dengan Uni Eropa, Presiden Belarus Perintahkan Militer Waspada

4,35 Ton Amonium Nitrat Ditemukan di Dekat Pelabuhan Beirut, Presiden Lebanon Minta Selidiki

Normalisasi Hubungan Israel-UEA dan Bahrain Berlanjut, Ada 5 Alasan Meski Khianati Palestina

Desakan mengundurkan diri

Sejak Lukashenko mengumumkan kemenangan dalam pemilihan presiden yang kontroversial pada bulan lalu, bekas Republik Soviet itu telah dikepung oleh aksi protes massal hingga enam minggu lamanya, menentang pemerintahan Lukashenko yang telah berjalan selama 26 tahun.

"Rakyat tidak akan mundur, mereka menginginkan Belarus baru," kata mantan calon presiden dan pemimpin oposisi Svetlana Tikhanovskaya kepada DW bulan lalu.

"Orang yang harus mundur adalah Tuan Lukashenko," tambahnya.

Otoritas Belarus telah menindak pengunjuk rasa anti-pemerintah dan menargetkan tokoh-tokoh oposisi, termasuk kelompok oposisi terkemuka, Dewan Koordinasi, yang menuduh rezim Lukashenko dengan "secara terbuka menggunakan metode teror.”

Negara-negara Barat mengancam akan mengambil tindakan disipliner terhadap Belarus, termasuk memberlakukan sanksi.

Pasca Ledakan di Beirut, Tujuh Orang Dikabarkan Hilang Termasuk Tiga Warga Lebanon

VIRAL Oknum Tentara Israel Menekan Leher Pria Lansia Palestina, Dikecam Dunia Internasional

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved