Pilkada Sumbar 2020

Pilkada Pasaman, Benny Utama-Sabar AS Berpotensi Lawan Kolom Kosong, KPU Beri Penjelasan

Bakal Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Benny Utama-Sabar As dari partai Golkar dan Demokrat berpotensi melawan kolom kosong di Pemil

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi : Pilkada Serentak 2020 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bakal Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Benny Utama-Sabar As dari partai Golkar dan Demokrat berpotensi melawan kolom kosong di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pasaman.

Pasangan Benny-Sabar sudah didukung oleh beberapa partai politi (Parpol) dari fraksi-fraksi di DPRD Pasaman.

Mulai dari Partai Golkar yang memiliki 4 kursi, Demokrat 4 kursi, NasDem 3 kursi, PPP 4 kursi, PKB 4 kursi, PDIP 1 kursi dan PAN 4 kursi.

Masih terdapat dua partai lagi yang bisa berkoalisi untuk mengusung pasangan calon yakni Hanura satu kursi dan Gerindra lima kursi.

Gerindra telah mengusung pasangan calon Atos Pratama dan Saleh Nasution. Namun ini belum cukup untuk maju, butuh koalisi untuk mendapatkan jumlah syarat tujuh kursi.

Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi mengatakan,  KPU di Kabupaten Pasaman sedang memperpanjang pendaftaran.

Sebab, hanya satu paslon yang mendaftar ke KPU Pasaman, hingga jelasnya, ada perpanjangan berikut dengan beberapa ketentuan.

Pertama, memang tidak ada calon yang mendaftar, kemudian hanya satu Paslon yang mendaftar, kemudian ada lebih dari satu Paslon yang mendaftar, tapi hanya satu yang memenuhi syarat.

Selain itu, ada perpanjangan jika ada partai yang tersisa, tapi tidak memenuhi syarat minimal.

"Itu kami perpanjang. Itu berlaku hanya untuk calon yang mendaftar. Bukan menambah calon baru," terang Rodi Andermi saat dihubungi, Senin (7/9/2020) pagi.

Ia menambahkan, calon yang mendaftar kalau dia ingin mengambil kursi yang tersisa, maka dia wajib mendaftar kembali.

"Kondisi Pasaman seperti itu. Masih ada tersisa 6 kursi, karena tidak memenuhi syarat minimal. Seandainya calon ini mau mengambil yang 6 ini menjadi partai pengusul dia, kalau begitu, maka dia mendaftar kembali," jelas Rodi Andermi.

Sejauh ini, tambah Rodi Andermi, konfirmasi dari Paslon belum ada ke KPU.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved